Status Fisiologis dan Tingkah laku Ternak Sapi Perah yang Disiram Air dengan Metode Shower dan Tidak Disiram di UPT Ternak Perah Fakultas Peternakan UGM
DWI FITRIYANTI, Ir. Kustono, M.Sc., Ph,D ; Ir. Bugi Rustamadji, M.Sc.
2015 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui status fisiologis dan tingkah laku sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) yang disiram air dan tidak disiram air sebagai indikator tingkat kenyamanan ternak terhadap lingkungan di UPT Ternak Perah Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Juli 2014. Ternak yang digunakan dalam penelitian adalah 9 ekor sapi Peranakan Friesian Holstein (PFH) dalam kondisi laktasi dengan rata-rata berat badan 542,44������±13,99 kg, 5 ekor sapi disiram air sebagai perlakuan dan 4 ekor sapi tidak disiram air sebagai kontrol. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung pada ternak selama 28 hari. Data lingkungan yang diamati meliputi temperatur, kelembaban dan THI kandang, pengamatan data fisiologis meliputi temperatur rektal, respirasi dan laju pulsus dan tingkah laku ternak yang diamati frekuensi berdiri, berbaring, defekasi dan urinasi. Untuk mengetahui perbedaan kelompok siram dan kontrol terhadap data lingkungan, data fisiologis dan data tingkah laku dianalisis dengan analisis statistik independent sample T-test. Terdapat perbedaan yang signifikan pada temperatur rektal, respirasi dan frekuensi berdiri, sedangkan pada temperatur kandang, kelembaban kandang, laju pulsus, frekuensi berbaring, frekuensi urinasi dan frekuensi defekasi tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Disimpulkan bahwa penyiraman dari pukul 06.00 sampai 17.00 selama 3 sampai 5 menit setiap jam dapat menurunkan temperatur kandang kelompok siram tetapi kelembaban masih tinggi. Perlakuan penyiraman kelompok kandang siram berpengaruh terhadap status fisiologis tetapi belum berpengaruh banyak terhadap tingkah laku ternak.
This research was aimed to know physiology status and behaviours of Friesian Holstein Crossbred Dairy Cattle (PFH) cows which are watered and are not watered as an indicator of livestock freshment level toward the environment in the UPT dairy livestock Faculty of Animal Science Gajah Mada University. This reasearch was condcuted since June up to July 2014. The livestocks used in this research are 9 cows of Friesian Holstein Crossbred Dairy Cattle in lactation condition and weights of 542,44������±13,99 kg. 5 cows are watered as treatment and 4 cows are not watered as control. The methode is direct observation to the livestockt for 28 days. The environmet data observed is temperatures, humidity and THI pen. The observations of physiology are rectal temperature, respiration and pulse rate and the livestock behaviour which are observed on the frequency when standing, laying, defecating, and urinating. To understand the difference of watered and control groups toward the environment data, physiology data, and behaviour data are analyzed by statistic analysis-independent sample T-test. There is a significance difference on the rectal temperature, respiration, and standing frequency. Meanwhile on the pen temperature, the pen humidity, pulse rate, laying frequency, urinating frequency, and defecating frequency are not found significance difference. Concluded, the watering from 06.00 to 17.00 during 3 to 5 minute/hour can decreases the pen temperature on watered group, but the humidity is still high. The watering to watered pen group influences toward the physiology, but has not influenced much toward the livestock behaviours.
Kata Kunci : PFH, Penyiraman, Status fisiologis, Tingkah Laku