Laporkan Masalah

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KUNYIT (Curcuma longa) DALAM PAKAN GROWER BERKADAR PROTEIN RENDAH TERHADAP PROFIL SALURAN PENCERNAAN AYAM BROILER

RESTU PADMONOBO, Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D. ; Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA

2015 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit (Curcuma longa) dalam ransum grower berkadar protein rendah terhadap profil saluran pencernaan ayam broiler jantan strain New Lohmann yang dipelihara selama 35 hari. Materi yang digunakan adalah 100 ekor day old chick strain New Lohmann MB-202. Penelitian terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 ekor ayam. Pakan perlakuan terdiri dari: pakan basal tanpa penambahan tepung kunyit (K1; ransum kontrol); pakan basal dengan penambahan 0,5% tepung kunyit (K2); pakan basal dengan penambahan 1,0% tepung kunyit (K3); pakan basal dengan penambahan 1,5% tepung kunyit (K4), dan pakan basal dengan penambahan 2,0% tepung kunyit (K5). Ransum penelitian dibedakan menjadi dua yaitu ransum fase starter dengan kandungan protein kasar 23,04-24,57% dan energi termetabolis 3015 kcal/kg serta ransum fase grower dengan kandungan protein kasar 16,16-17,69% dan energi termetabolis 3100 kcal/kg. Rancangan penelitian yang dipakai adalah One Way ANOVA dengan Randomized Complete Block Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kunyit dalam pakan berkadar protein rendah sebanyak 0 hingga 2,0% tidak mempengaruhi bobot potong, panjang dan bobot usus halus, bobot hati, serta bobot ampela. Namun demikian, bobot relatif jejunum ayam broiler yang mendapatkan ransum dengan penambahan tepung kunyit 0,5-1,0% lebih ringan (P<0,05) daripada bobot relatif jejunum ayam broiler yang mendapatkan 1,5% tepung kunyit. Dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung kunyit hingga 2,0% dalam ransum grower tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap profil saluran pencernaan ayam broiler jantan umur 35 hari.

The research was conducted to investigate the effect of turmeric meal (Curcuma longa) supplementations in low protein grower diets on profile of gastrointestinal tract of 35 days old broiler chickens. A hundred day old male New Lohmann MB-202 broiler chickens were used in this study. The study was consisted of 5 treatments using 5 replications, with 4 chickens in each replicate pen. The dietary treatments were: basal diet without turmeric meal (TM) supplementation (K1; control diet); basal diet + 0.5% TM supplementation (K2); basal diet + 1.0% TM supplementation (K3); basal diet + 1.5% TM supplementation (K4); and basal diet + 2.0% TM supplementation (K5). The treatment diets were prepared as starter phase diet 23.04-24.57% crude protein with 3015 kcal/kg metabolized energy and grower phase diet 16.16-17.69% crude protein with 3100 kcal/kg metabolized energy. A One Way ANOVA applying Randomized Complete Block Design was used in this study. Results showed that treatments with dietary TM supplementations did not influence final weight, liver weight, gizzard weight, as well as the length and weight of small intestine. However, relative weight of jejunum was lighter (P<0.05) in broiler with 0.5-1.0% TM supplementation when compared to that of 1.5% TM supplementation. It might be concluded that dietary inclusion of 0.5-2.0% turmeric meal in low protein grower diets had no significant effect on profile of gastrointestinal tract of 35 days old male broiler chickens.

Kata Kunci : Ayam broiler, Tepung kunyit, Kadar protein rendah, Profil saluran pencernaan.