ANALISIS SEMIOTIK LIMA GEGURITAN BERTEMA POLITIK TERBITAN MAJALAH DJAKA LODANG DALAM RANGKA PEMILIHAN UMUM 1995, 1999, 2004, 2009, DAN 2014
TIKA ANGGRAENI, Drs. Akhmad Nugroho, S.U.
2015 | Skripsi | S1 SASTRA NUSANTARAINTISARI Penelitian “Analisis Semiotik Lima Geguritan Bertema Politik Terbitan Majalah Djaka Lodang dalam Rangka Pemilihan Umum 1995, 1999, 2004, 2009, dan 2014†ini memiliki tujuan teoritis dan praktis. Tujuan teoritis untuk mengungkapkan makna dan tema yang terkandung di dalam lima puisi Jawa Modern terbitan majalah Djaka Lodang. Puisi Jawa Modern tersebut adalah “Keblinger (1995)â€, “Sapa Sing Salah (1999)â€, “Kursi (2004), “Mumpung Isih Ana Dina (2009)â€, dan “Panglocita (2014)â€. Sebelum makna tersebut dianalisis, dilakukan pembacaan heuristik sekaligus untuk menerjemahkan Bahasa Jawa ke dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini juga menganalisis tema besar yang ada di dalam puisi Jawa Modern menggunakan analisis matriks, model, dan varian. Tujuan praktis yang merupakan manfaat lain dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman terhadap keberadaan tanda-tanda yang terdapat dalam puisi Jawa Modern. Diharapkan dengan menggunakan teori semiotika Riffaterre tujuan-tujuan tersebut dapat tercapai. Berdasarkan hasil dari analisis keseluruhan, kelima puisi Jawa Modern tersebut memiliki satu tema besar yaitu tentang keadaan politik negara Indonesia pra pemilu dalam lima periode terakhir. Tema-tema tersebut yaitu tentang seseorang yang menginginkan segala hal dengan korupsi, tentang seseorang yang harus disalahkan atas penderitaan yang dirasakan rakyat, tentang seseorang yang memilih menjadi orang biasa daripada menjadi pejabat, tentang pejabat yang tidak malu berbuat jahat dan menyengsarakan rakyat, dan seseorang yang mengutarakan gagasannya kepada seorang teman yang meenjadi pejabat.
This study “Semiotics Analysis Five of Modern Javanese Poems with Political Themed From Djaka Lodang Magazine which Issued During Election in Indonesia in The Last Five Periods†has theoretical and practical purposes. This theoretical goal is to reveal the meaning and theme of the five Modern Javanese poems in Djaka Lodang magazines. Modern Javanese poems are "Keblinger (1995)", "Sapa Sing Salah (1999)", "Kursi (2004), "Mumpung Isih Ana Dina (2009)", and " Panglocita (2014)". Before that means are analysed, we have done read heuristics as well as to translate the Javanese language into Indonesian. In this study also analysis the major themes in the Modern Javanese poem which use matrix analysis, models and variants. Practical purpose which is another benefit of this research is to gain a better understanding of the meaning which contained in the Modern Javanese poem. Expected by using the theory of semiotics Riffaterre these goals can be achieved. Based on the results of a thorough analysis, the five poems have one major theme, there are about the political state of the country of Indonesia. These themes are about someone who wants everything with corruption, about a person who is to blame for the suffering experienced by the people, of a person who chooses to be ordinary people rather than an officer, about official who does not shy about being an evil and suffering to the people, and someone who expressed his idea to a friend who is an official.
Kata Kunci : Puisi Jawa Modern, Semiotik Riffaterre, Makna, Tema, Politik