ANALISIS PRAKTIK MANAJEMEN LABA DAN RELEVANSI NILAI ( VALUE RELEVANCE) SEBELUM DAN SESUDAH PENGADOPSIAN PENUH IFRS (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010-2013)
IVAN SETIAWAN H, Dra. Irfan Nursasmito, M.si,
2015 | Tesis | S2 AkuntansiTujuan utama dari pelaporan keuangan adalah penyediaan informasi. Pelaporan keuangan harus (1) menyediakan informasi yang bermanfaat bagi para investor dan kreditor dan pemakai lain, (2) menyediakan informasi untuk membantu para investor dan pemakai lain, (3) menyediakan informasi tentang sumber daya ekonomik suatu badan usaha, klaim terhadap sumber-sumber tersebut, dan akibatakibat dari transaksi, kejadian, dan keadaan yang mengubah sumber daya badan usaha dan klaim terhadap sumber daya tersebut. Guna mencapai pelaporan keuangan tersebut diperlukan standar akuntansi yang baik. Standar akuntansi merupakan pedoman yang digunakan untuk mengakomodasi tata cara pelaporan informasi keuangan. Kebutuhan akan standar akuntansi dijawab oleh berdirinya organisasi International Accounting Standard Committee (IASC). IASC kemudian membuat standar akuntansi tunggal yang diharapkan mampu meningkatkan nilai dari pelaporan keuangan yaitu IFRS. Penelitian mengenai efektifitas penerapan IFRS masih tidak konsisten. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis dampak pengapdosian IFRS di Indonesia. IFRS yang dianggap mampu meningkatkan relevansi nilai dan menurunkan praktik manajemen laba masih belum menemukan hasil yang konsisten. Penelitian ini menggunakan sampel semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Indonesia mulai dari tahun 2009-2013 yang berjumlah 388 sampel. Penelitian ini menggunakan metode chow test dan uji beda. Hasil analisis untuk uji hipotesis pertama ini mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan tingkat manajemen pada masa sebelum dan sesudah adopsi IFRS. Hasil analisis untuk hipotesis kedua mengindikasikan bahwa relevansi nilai lebih rendah pada masa sesudah adopsi IFRS dibandingkan dengan masa sebelum adopsi IFRS.
The main purpose from financial reporting is providing information. Financial reporting must (1) provide the information that useful for the investors and creditor and other user, (2) provide information to help investors and other users, (3) provide information about economic resources of an entity, claim to that resources, and the impacts from transaction, event, and condition that change the entity’s resources. To achieve good financial reporting is needed good accounting standard. Accounting standards are guidance that used to accommodate steps in financial reporting. The needed for good accounting standards is answered by International Accounting Standard Committee (IASC). IASC make single accounting standard that can expected to rise the value from financial reporting (IFRS). The research about effectiveness of IFRS is still inconsistent. This research is attempted to analyze the impact from IFRS adoption in Indonesia. IFRS is assumed can rise the relevance of financial statement and decrease the level of earnings management still has inconsistent result. This research used sample from manufacturing industries that listed in Inonesia from 2009-2013 with total 388 sample. This research used chow test method and t-test. The result from analyze first hypothesis is no difference on level of earnings management in the period before and after the adoption of IFRS. The result from analyzed second hypothesis indicated that value relevance is lower at the period after the adoption of IFRS than the period before the adoption of IFRS.
Kata Kunci : adopsi IFRS, relevansi nilai, manajemen laba, uji beda, chow test.