Laporkan Masalah

EKSPLORASI PENGETAHUAN GURU DAN PENGASUH MENGENAI PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK DENGAN RETARDASI MENTAL

ANINDYA PHALITA P, Dr. Ira Paramastri, M.Si

2015 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Penelitian ini berfokus pada pendidikan seksual pada anak dengan retardasi mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengerti dan memahami secara mendalam pengetahuan guru dan pengasuh mengenai pendidikan seksual sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak-anak (KSA) dengan retardasi mental. Penelitian ini melibatkan 8 subjek, yaitu 6 guru dan 2 pengasuh anak dengan retardasi mental. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif Interpretative Phenomenological Analysis. Pengumpulan data dengan diskusi kelompok terarah (focus group discussion) dan wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan guru dan pengasuh mengenai pendidikan seksual dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu kebutuhan seksual, perilaku seksual, penyesuaian anak terhadap perubahan fisik di masa pubertas, kemandirian anak, dan kerentanan anak menjadi korban kekerasan sekual. Guru dan pengasuh berpendapat bahwa pendidikan seksual merupakan hal penting yang harus diberikan kepada anak sejak usia dini dan harus disesuaikan dengan kebutuhan serta tingkat pemahaman anak. Penyampaian pendidikan seksual lebih baik menggunakan media verbal yang mudah diterima oleh anak. Selain itu, kerjasama antara guru, orangtua, dan masyarakat penting dilakukan sebagai bentuk prevensi terhadap kekerasan seksual pada anak dengan retardasi mental, baik di sekolah maupun di asrama.

This study focused on sex education among children with mental retardation. The aims of this study were a qualitative inquiry to understand and comprehend the knowledge of teachers and caregivers about sex education as a prevention of sexual abuse in children with mental retardation. This study involved 8 participants, consisted of 6 teachers and 2 caregivers of children with mental retardation. The method used in this study is Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The data were obtained using focused group discussion and in-depth interview. The results showed that the knowledge of teachers and caregivers about sex education is influenced by various factors including sexual needs, sexual behaviour, adjustment to physical changes, autonomy, and vulnerability to become a victim of sexual abuse. Teachers and caregivers consider that sex education should be given to children from their early age and should be adjusted to their needs and their level of understanding. In addition, the cooperation among teachers, parents, and community is an important part as a form of prevention against sexual abuse in children with mental retardation, both at school and in the dorm.

Kata Kunci : Sex Education, Children with Mental Retardation