Peran Apoteker dalam Pemberian Obat berdasarkan Resep dari dokter dikaitkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian di Apotek wilayah Slemande
CANDRA SARI, RA Antari Innaka, S.H.,M.Hum
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUKUMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara peran apoteker dalam pemberian obat berdasarkan resep dari dokter dengan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian di apotek wilayah Sleman serta alasan apoteker tidak memberikan informasi yang lengkap mengenai penggunaan obat kepada pasien. Penelitian ini bersifat yuridis empiris yaitu mengenai penerapan ketentuan hukum yang berlaku serta implementasinya terdapat dalam masyarakat. Subyek dalam penelitian ini adalah apoteker dan pasien yang memenuhi syarat-syarat tertentu yakni, apoteker yang merupakan anggota dari Ikatan Apoteker Indonesia dan memiliki pengalaman bekerja minimal 3 tahun di apotek wilayah Sleman, serta pasien yang berusia diatas 18 tahun dan pernah melakukan penebusan obat berdasarkan resep dari dokter di apotek yang menjadi lokasi penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yaitu memberikan data lengkap tentang topik dalam penelitian ini dan bertujuan untuk memberikan gambaran secara menyeluruh dan sistematis mengenai kesesuaian peran apoteker dalam pemberian obat berdasarkan resep dari dokter dengan peraturan yang berlaku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran apoteker belum seluruhnya melaksanakan sesuai dengan yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Apoteker melakukan perjanjian pemberian kuasa kepada asisten apoteker dalam pelaksanaan pelayanan dan penyerahan obat berdasarkan resep dari dokter yang mana hal itu menjadi tugas apoteker. Peran apoteker dalam pemberian informasi mengenai obat yang digunakan belum lengkap, hal ini dikarenakan saat penyerahan obat apotek dalam keadaan ramai, sehingga tidak sepenuhnya informasi diberikan oleh apoteker.
This research was aimed to know the compliance between pharmacist roles in providing medicine based on doctor's prescription and The Governmental Regulation Number 51 of 2009 on pharmacy job at drugstores in Sleman Region and also reason pharmacist did not provide complete information on medicine use to the patients. This was a juridical empirical research about the application of governmental regulation and its implementation in the community. The research subjects were pharmacist and patients who fulfilled specific conditions namely pharmacist who were members of Indonesian Pharmacist Association and had job experience at least 3 years in drugstores of Sleman region, and also above 18 years old aged patients and had redeemed medicines based on doctor's prescription in the drugstore that was research location. This research used a descriptive approach i.e. providing complete data on topics in this research and aimed to provide an overall and systematic illustration on the compliance of pharmacist roles in providing medicines based on doctor's prescription and the regulation applied. This research result showed that pharmacist had not completely implemented roles mandated by The Governmental Regulation Number 51 of 2009 on pharmacy job. The drugstores engaged in authorization to pharmacist assistant in medicine service implementation and handover based on doctor's prescription in which it was pharmacist task. Pharmacist roles in providing information on medicines used had not complete due to during medicines handover drugstore was in crowded condition so that the overall information was not provided by the pharmacist.
Kata Kunci : pharmacist, the governmental regulation number 51 of 2009