PENGARUH IDENTITAS DALAM KEBIJAKAN LUAR NEGERI RUSIA: Analisa Posisi Asertif Rusia dalam Konflik Suriah dan Ukraina Timur dibawah Vladimir Putin
KATON GALABELA ALPHATODA, Randy Wirasta Nandyatama, Msc.
2015 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPembelajaran Ilmu Studi Rusia merupakan hal yang menarik karena power tidak bisa dijadikan satu - satunya alat pembelajaran. Dalam perkembangannya, teori konstruktivisme telah menyediakan analisa lebih dalam terhadap fenoma - fenoma hubungan internasional melalui konsep identitas. Dengan itu, teori konstruktivisme merupakan teori yang memiliki signifikansi tinggi di dalam pembelajaran Ilmu studi Rusia. Semenjak diangkat menjadi Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin telah membuktikan berulang kali bahwa Rusia merupakan negara agresif yang memiliki keikutsertaan yang signifikan di arena internasional. Melalui kebijakan luar negerinya dalam konflik Suriah dan Ukraina Timur, Rusia telah meluncurkan kebijakan yang kompleks yang menarik berbagai macam respon dari komunitas internasional. Dalam menganalisa sifat kebijakan luar negeri Rusia yang agresif, Konstruktivisme akan kembali pada konsep identitas sebagai faktor analisa yang paling penting dalam formulasi kebijakan luar negeri Rusia. Argumen utama yang diutarakan dalam skripsi ini adalah bahwa kebijakan luar negeri Rusia pada dasarnya dipengaruhi oleh identitasnya sebagai negara "great power" dan kristen ortodoks. Kedua identitas tersebut tercipta melalui interaksi sosial rusia dengan aktor yang terlibat dalam konflik tersebut yaitu Suriah, Ukraina, dan Negara - Negara Barat. Analisa mendalam mengenai hubungan antara identitas dan kebijakan luar negeri Rusia menunjukkan bahwa keduanya memilikisuatu faktor tambahan yang mengikat kedua variabel tersebut.
The study of Russian politics is an interesting one, as it requires a deeper understanding than just through the eye of power. Since its early development, theory of constructivism has provided a deeper analysis of international relations phenomenon through the concept of identity. Thus, Constructivism plays such a significant role in the study of Russian politics. Since his inauguration as president of the Russian Federation, Vladimir Putin has proved for many times that Russia is an aggressive state which involvement in international arena is significant. Through his policy in the Syrian and eastern Ukrainian conflicts, Russia has delivered such highly complex foreign policy that generates a wide variety of response from the international community. In analysing Russian aggressive manner of conducting foreign policy, constructivism would refer back to the concept of identity as the most important factor in Russian policy formulation. The main argument presented in this thesis is that Russian foreign policies are mainly influenced by its identity as a great power and a religious orthodox country. Both of these identities were created through Russian social interaction with the involved actors which includes Syria, Ukraine, and the West. In-depth analysis regarding the relations between identity and Russian foreign policy are revealed to have an additional contributing factor that in the end ties the two variables together.
Kata Kunci : russian foreign policy, identity, great power, orthodox christianism, syrian conflict, eastern ukrainian conflict, constructivism