DETERMINAN SOSIAL DAN INDIVIDU SEBAGAI PREDIKTOR PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RSUP DR SARDJITO YOGYAKARTA TAHUN 2014
MISINEM, Prof. Dr.dr. Nyoman Kertia, Sp.PD-KR; Dr.drg. Dibyo Pramono, SU,MDSc.
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakatkesakitan utama pada pasien DM (baik DM tipe 1 maupun DM tipe 2). Angka kejadian PJK pada DM berkisar antara 45-70 % angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian yang bukan akibat diabetes antara 8–30 %. Sekitar 65 % pasien yang didiagnosis DM meninggal dunia akibat komplikasi jantung koroner. Pasien DM yang disertai penyakit jantung koroner memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan pasien dengan penyakit jantung koroner tanpa DM. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara determinan sosial (pendidikan, pendapatan, pekerjaan, wilayah tinggal, kepemilikan asuransi) dan faktor individu (umur, jenis kelamin, konsumsi alkohol, kurang aktivitas fisik, merokok, konsumsi buah, konsumsi sayur, riwayat hipertensi, lama menderita DM, riwayat DM keluarga, riwayat jantung keluarga, kepatuhan pengobatan) dengan kejadian komplikasi PJK pada penderita diabetes mellitus di RSUP DR Sardjito Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi yang bersifat observasional analitik dengan desain Hospital Based Case Control Study. Sampel penelitian terdiri dari 93 kasus dan 93 kontrol dengan perbandingan 1:1. Kasus adalah pasien DM yang didiagnosis PJK, sedangkan kontrol pasien DM yang tidak menderita PJK. Pengambilan sampel melalui consecutive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan multiple logistic regression. Hasil: Ada enam variabel yang terbukti secara bersama-sama mempengaruhi kejadian PJK pada penderita DM yaitu aktifitas fisik rendah (Adjusted Odd Ratio (AOR): 9,5; p:0,00; 95% Confident Interval (CI): 4,0-22,5), kepatuhan pengobatan DM (AOR: 0,15; p:0,00; 95%CI: 0,04-0,6), riwayat hipertensi (AOR: 2,3; p:0,03; 95%CI: 1,1-4,8), riwayat jantung keluarga (AOR: 3,6; p:0,00; 95%CI: 1,4-9,6), pendidikan (AOR: 4,9; p:0,02; 95%CI: 1,1-18) dan penghasilan (AOR: 16,3; p:0,00; 95%CI: 3,0-87). Hasil uji kolinearitas tidak didapatkan adanya variabel yang memiliki hubungan dengan variabel bebas lainnya. Kesimpulan: Faktor determinan sosial dan individu yang paling berpengaruh terhadap kejadian PJK pada penderita DM yaitu aktifitas fisik, riwayat hipertensi, kepatuhan pengobatan DM, riwayat jantung keluarga, pendidikan dan penghasilan. Saran: Bagi penderita DM perlu melakukan aktifitas fisik minimal pada kategori sedang secara rutin, patuh terhadap anjuran diit dan pengobatan DM.
Background: The incidence of coronary artery disease (CAD) in diabetes (DM) patients ranged between 45-70% .This figure is much higher than CAD incidence from causes other than DM, between 8-30%. Approximately 65% patients diagnosed with diabetes died as a result of CAD complications. CAD patients with diabetes have a poorer prognosis than CAD patients without diabetes.The aim of this study was to determine the relationship between social determinants and individual factors with the incidence of CAD complications in DM patients at DR Sardjito General Hospital, Yogyakarta, Indonesia in 2014. Methods: This hospital-based case-control study was conducted in September until December 2014 . The study sample had a 1:1 ratio with 93 cases and 93 controls. Cases were DM patients diagnosed with CAD, where as the control group consisted of DM patients without CAD. Participants were selected by consecutive sampling. Variables examined were social determinants (education, income, occupation, residence area, insurance ownership) and individual factors (age, gender, alcohol consumption, physical inactivity, smoking, fruit consumption, vegetable consumption, history of hypertension, diabetes duration, diabetes family history, heart disease family history, and medication compliance).Logistic regression was used to assess risk factors. Results: Six variables were found to be independently associated with CAD incidence in DM patients.These included physical activity (Adjusted Odds Ratio (AOR)=9.5; 95%Confidence Interval (95%CI): 4.0-22.5), diabetes treatment compliance (AOR=0.15;95%CI: 0.04-0.6), history of hypertension(AOR=2.3; 95%CI: 1.1-4.8), family CAD history(AOR=3.6;95%CI: 1.4-9.6), education (AOR=4.9; 95%CI: 1.1-18)and income(AOR=16.3; 95%CI:3.0-87). Conclusion: The findings reinforce the need for patient education to maximize treatment compliance, and to encourage physical activity among diabetes patients.
Kata Kunci : Determinan sosial, Diabetes mellitus, Penyakit Jantung Koroner, Yogyakarta.