Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah
BAYU SATRIA WIRATAMA, Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH.; drg. Dibyo Pramono, MDsc
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatPendahuluan: Penyakit DBD di Kabupaten Purbalingga mengalami peningkatan jumlah kasus dari tahun 2012 sebesar 158 kasus menjadi 572 kasus di tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku PSN dengan kejadian penyakit DBD di Kabupaten Purbalingga tahun 2013. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control tidak berpasangan dengan perbandingan 1:1. Kasus adalah adalah rumah tangga dengan riwayat satu atau lebih anggota keluarga menderita penyakit DBD yang tercatat di laporan surveilans DBD di Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2014 sedangkan kontrol adalah rumah tangga yang bertempat tinggal didaerah yang sama dengan kelompok kasus dan tidak memiliki kasus penyakit DBD di rumah tangga. Kuat hubungan digambarkan dengan nilai OR yang didapatkan melalui analisa bivariat dan multivariat dengan uji regresi logistik sedangkan uji chi square digunakan untuk uji signifikansi. Hasil: Besar sampel yang didapatkan adalah 200 rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 33,5% responden memiliki tingkat pendidikan akhir setara diploma dan rata – rata umur responden adalah 45±6,03 tahun. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan rumah tangga mengenai penyakit DBD (OR = 8,65; 95% CI = 1,91 – 79,38), sikap rumah tangga mengenai penyakit DBD (OR = 3,49; 95% CI = 1,77 – 6,99) dan perilaku PSN rumah tangga (OR = 5,19; 95% CI = 2,73 – 9,93) memiliki hubungan dengan kejadian penyakit DBD di rumah tangga sedangkan tingkat pendidikan ibu rumah tangga tidak memiliki hubungan dengan kejadian penyakit DBD di rumah tangga. Hasil analisis multivariat menunjukkan pengetahuan memiliki pengaruh signifikan terhadap hubungan perilaku PSN dengan kejadian DBD di rumah tangga pada model akhir. Kesimpulan: Perilaku PSN yang tidak baik akan menyebabkan peningkatan peluang terjadinya kejadian penyakit DBD di rumah tangga. Pengetahuan rumah tangga memiliki pengaruh terhadap hubungan antara perilaku PSN rumah tangga dengan kejadian penyakit DBD di rumah tangga. Penyuluhan yang intensif dan rutin serta penanaman sikap yang benar mengenai penyakit DBD perlu dilakukan untuk lebih meningkatkan perilaku PSN masyarakat serta menurunkan kejadian penyakit DBD.
Introduction: Dengue cases in Purbalingga district had increasing from 158 cases in 2012 to 572 cases in 2013. This research objective was to know the association between PSN behavior with dengue incident in Purbalingga district. Method: This research used 1:1 unmatched case control study design. Case was household with history one or more dengue case in their household in 2014 and control was household that lived near case subject and didn’t have one or more dengue case in their household in 2014. Effect size calculated by using odds ratio (OR) from bivariate and multivariate analysis. Chi square test used as significance test. Result: There were 200 respondents in this research. There were 33.5% subjects that had last educational level equal to diploma level and the mean age of respondents were 45±6,03 years. Bivariate analysis result showed that housewife’s educational level didn’t have significant association with dengue incident but knowledge level about dengue (OR = 8,65; 95% CI = 1,91 – 79,38), attitude about dengue (OR = 3,49; 95% CI = 1,77 – 6,99) and PSN behavior (OR = 5,19; 95% CI = 2,73 – 9,93) had significant association with dengue incident in household. Multivariate analysis showed that knowledge was a significant confounding factor in final model. Conclusion: Poor PSN behaviour would cause increased probability of dengue incident in household. Knowledge was a confounding factor for PSN behaviour and dengue case in household. Good knowledge about dengue could reduce the effect of bad PSN behaviour. Intensive and routine health education to create good attitude about dengue in community was necessary to increase PSN behaviour and decrease dengue incident in household Keywords: dengue, preventive behavior, knowl
Kata Kunci : Demam berdarah dengue, perilaku PSN, pengetahuan, sikap