Pola Sebaran dan Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas
AENA MARDIAH, dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, M.Sc., Ph.D; drg. Dibyo Pramono, SU, MDSc
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Kabupaten Banyumas, dan cenderung menunjukkan kenaikan yang fluktuatif. Dilaporkan terdapat 35 desa dari beberapa Kecamatan tersebar sebagai wilayah endemis. Berbagai cara pengendalian telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, tetapi kasus DBD masih ditemukan sepanjang tahun. Penyakit DBD disebabkan oleh ketidakseimbangan antara tiga faktor yang saling berinteraksi yaitu faktor host, agent, dan lingkungan. Penggunaan sistem informasi geografi (SIG) menentukan distribusi spasial atau pola sebaran berkaitan dengan habitat vektor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola sebaran dan faktor risiko yang mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Purwokerto Selatan. Metode: Penelitian observasional dengan rancangan case control. Kasus adalah penderita DBD. Kontrol adalah bukan penderita DBD. Sampel diambil dengan metode consecutive sampling sebanyak 138 kasus dan 138 kontrol.Variabel yang diteliti meliputi: variabel terikat kasus DBD, variabel bebas yaitu faktor host, faktor perilaku, angka bebas jentik, jenis rumah, dan distance index. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dan Fisher (analisis bivariat) dan Logistic Regression (analisis multivariat). Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan faktor risiko kebiasaan menggantung pakaian, bepergian ke daerah endemis, penggunaan obat anti nyamuk, kebiasaan PSN, dan jenis rumah berhubungan dengan kejadian DBD. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor risiko yang berperan terhadap kejadian DBD adalah kebiasaan menggantung pakaian, bepergian ke daerah endemis, dan kebiasaan PSN. Pola sebaran kasus adalah mengelompok di kelurahan Tanjung dan Karang Pucung. Kesimpulan: Kejadian DBD meningkat pada orang yang mempunyai kebiasaan menggantung pakaian, bepergian ke daerah endemis, kebiasaan PSN. Sebaran kasus mengelompok (cluster) di kelurahan Tanjung dan Karang pucung.
Background: Dengue hemorrhagic fever (DHF) is still one of public health problems in Banyumas regency, it was increase and fluctuatively. There are 35 villages that reported in everal districts scattered as endemic region. Various control measures have been carried out by the District Health Department of Banyumas, however dengue cases are still appear in recently years. DHF is caused by an imbalance of three interacting factors those are host factors, agent, and environment. The use of geographical information systems (GIS) determine the spatial distribution or the distribution pattern related to with habitat vector.The aims of this study is to determine the distribution patterns and risk factors that affect to incidence of dengue hemorrhagic fever (DHF) in the district of South Purwokerto. Method: This study is observational with case control design. The case group was patients with DHF. Control group was not the DHF patients. The sampling technique was consecutive, which were 138 cases and 138 control patients. This study examined the variable that included: the dependent variable is dengue cases, the independent variable is the factors of host, behavioral factors, larva free number, type of home, and distance index. Statistical analysis used Chi-square, Fisher (bivariate analysis) and Logistic Regression (multivariate analysis). Result: Bivariate analysis showed that risk factor of habit of hanging clothes, traveling to endemic areas, using mosquito repellent, PSN habits, and the kind of house are related to the incidence of dengue. Multivariate analysis showed that the risk factors that contribute to the incidence of dengue are hanging clothes, traveling to endemic areas, and the habit of PSN. The cases pattern of distribution are clustered at Tanjung and Karang Pucung village. Conclusion: The incidence of Dengue Hemoragge Fever increase in people who have a habit of hanging clothes, traveling to endemic areas, and have PSN habits. The cases distribution is clustered in Tanjung and Karang Pucung village.
Kata Kunci : DBD, Pola sebaran, Kabupaten Banyumas