Laporkan Masalah

PROMOSI KESEHATAN SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR KOTA YOGYAKARTA (STUDI KASUS PADA SEKOLAH DASAR BERPRESTASI)

YUSERAN, Dr. Ira Paramastri, M.Si. M. Agus Priyanto, SKM, M.Kes

2014 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Usaha kesehatan sekolah (UKS) merupakan upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan anak dan lingkungan sekolah. Beberapa sekolah di Kota Yogyakarta telah mendapatkan prestasi dalam UKS. Kegiatan UKS saat ini banyak dinilai menjadi lebih aktif ketika lomba sekolah sehat dan ketika penilaian akreditasi. Hal tersebut terlihat jauh dari filosofi UKS sendiri. Beberapa sekolah memiliki prestasi di bidang UKS dan beberapa sekolah lain bahkan belum mengembangkannya. Motivasi, kemampuan dan penilaian kebutuhan dalam implementasi UKS di sekolah-sekolah tersebut menjadi menarik untuk dikaji sebagai bahan pendalaman kajian nilai-nilai UKS di sekolah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi kasus. Subjek penelitian adalah stakeholder UKS secara purposif yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (DKT). Hasil : Manajemen program UKS dalam perencanaan dan evaluasi belum maksimal. Pembinaan program oleh tim pembina belum sesuai dengan ketentuan karena pelaksanaan lebih intensif saat lomba sekolah sehat. Kendala pembinaan karena sumber daya, sebagai tugas sampingan, tidak sesuai dengan keahlian, regulasi. Meskipun demikian, diyakini bahwa kesehatan anak didik adalah penting. Motivasi intrinsik terdiri dari kebutuhan akan prestasi, tanggung jawab dan ibadah adapun motivasi eksternal adanya penilaian akan manfaat. Tidak semua stakeholder mempunyai pemahaman yang baik terhadap fungsi dan tugas UKS. Pada sekolah tidak beprestasi, tugas dipahami untuk menyelenggarakan kegiatan UKS sesuai dengan yang ditugaskan, sementara sekolah berprestasi lebih pada pemanfaatan ruang UKS. Guru UKS belum mampu mengelola UKS, terutama administrasi UKS. Kegiatan guru UKS pada sekolah berprestasi sebatas pelayanan pada murid yang sakit dan pada sekolah tidak berprestasi kegiatan sebatas menulis rujukan dan menghadiri undangan. Kesimpulan : Sekolah berprestasi dalam bidang UKS termotivasi oleh kebutuhan keamanan dan berprestasi disertai motif tanggung jawab dan ibadah, kuat tidaknya motivasi sekolah tergantung dari kebutuhan berprestasi yang tersalurkan karena lomba. SDM UKS belum mampu dalam memahami tugas dan fungsi UKS serta belum sanggup dalam melaksanakan tugas UKS karena tugas rangkap dan keterbatasan waktu. Sekolah membutuhkan pembinaan UKS yang baik, manajemen perencanaan program yang komprehensif, pelatihan dan pendidikan lanjutan, pedoman dan kebijakan dalam penyelenggraan UKS yang lebih rinci, dan kolaborasi, Adapun kebutuhan pada pembina membutuhkan manajemen program pembinaan UKS yang komprehensif, membutuhkan SDM tim pembina yang dapat fokus dan dari kedua permasalahan baik tim pelaksana dan tim pembina membutuhkan koordinasi.

Background: Health School Unit (Usaha Kesehatan Sekolah) or UKS is a method to maintain and improve of students health status and school environment. UKS activities were widely judged to be more active when healthy school competition and when the accreditation assessment. It is not appropriate with the philosophy UKS. Problems actual implementation of the basic values of UKS in school activities into question. Any schools in Yogyakarta have achievements in the field of UKS but others had not initiate its. Motivation in the implementation of UKS in these schools were interested to explore. This research aim to explore about motivation, capability assessment and needs assessment of Health School Affairs’s implementatiot. Moreover, the research were expected to develop of School Health Affairs at Elementary School in Yogyakarta Methods: This study used a qualitative method with case study design. Subjects in this research were stakeholder of the school that elected by purposively. While the data collection were collected through in-depth interviews and focus group discussions (FGD). Results: Planning and evaluation of UKS have not established maximally. Coaching by coordinating have not appropriated with standart because its implementation more actived when there were healthy school competition. The constrain of coaching were namely a resource only oriented for ceremony, as a task side, not in accordance with the expertise and regulation. Nevertheless, Its were believed that the health of the students were important. Not all of stakeholders understood well of the functions and duties of UKS. At the school did not achievement , understanding of the function of UKS, while the achievement school were better on the use of the infirmary. UKS Teachers have not been able to manage UKS, especially UKS administration. UKS teachers could not to manage UKS especially the administration of UKS. Futhermore, the activity at the achievement school only limited for caring student who sick but the school did not achievement just write of referral and attend the invitation. Conclusion: Motivation of achievement school on UKS activities are the needs of security, want to be achievement school, and religious responsibility. Human resources at the school have not understood about the functions of UKS and have not been able to carry out the task of UKS because of the limitation of their time. The schools need a good coaching, management of comprehensive planning program , training, education, guidelines and policies that more detailed, and collaboration.

Kata Kunci : motivasi, pemahaman, kemampuan, usaha kesehatan sekolah, sekolah dasar


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.