MITOS TIKUS DALAM PENGENDALIAN LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TRI ISNANI, Dr. Atik Triratnawati M.A.; Drs. Ristiyanto M.S.
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang. Leptospirosis merupakan penyakit menular dan tikus merupakan penular utama. Pengendalian tikus merupakan salah satu usaha dalam pencegahan leptospirosis. Masyarakat mempunyai nilai-nilai budaya diantaranya berkaitan dengan tikus ini, seperti adanya mitos dan kepercayaan terhadap tikus. Hal ini akan menjadi masalah ketika harus dilakukan usaha pengendalian tikus yang merupakan suatu usaha untuk mengatasi penularan leptospirosis. Oleh karena itu, diperlukan penggalian tentang keberadaan mitos terhadap tikus sehingga diperoleh cara yang sesuai dengan masyarakat sasaran. Tujuan Penelitian. Mengeksplorasi pengaruh mitos tikus terhadap pengendalian tikus yang merupakan salah satu usaha dalam pengendalian leptospirosis. Metode Penelitian. Metode penelitian kualitatif fenomenologis. Lokasi penelitian di desa wilayah Kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulonprogo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, 2 diskusi kelompok terarah (DKT), dan wawancara mendalam. Subjek penelitian meliputi : 1 informan kunci, 8 informan wawancara mendalam, dan 20 orang informan untuk DKT. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi metode dan member checking. Analisis data dengan open code 4.02 dalam mengolah data sehingga dapat diperoleh dalam bentuk tema. Hasil dan Pembahasan. Penyakit leptospirosis lebih dikenal sebagai virus tikus, yaitu penyakit yang disebabkan virus dari tikus. Perilaku pengendalian tikus yang dilakukan dipengaruhi pengetahuan tentang tikus sebagai penular leptospirosis dan adanya kepercayaan/mitos tentang tikus. Pengendalian tikus yang dilakukan dengan mengusirnya saja. Ditemukan adanya mitos tentang seorang tokoh yang dimakamkan yang mempunyai bala tentara tikus. Kesimpulan. Kepercayaan / mitos tentang tikus mempunyai pengaruh dalam usaha pengendalian tikus yang merupakan salah satu usaha dalam pengendalian penularan leptospirosis.
Background. Leptospirosis is an infectious disease with rats as the main transmitters. Rats control is an effort for the leptospirosis prevention. Some societies has cultural values, such as the myth and belief, associated with these rats. This will be a problem for the rats control effort that should be done as an attempt to tackle the transmission of leptospirosis. Therefore, it is necessary to describe these rats myths in order to obtain a suitable lepstospirosis prevention way for the target communities. Objectives. To explore the influence of rats myths in rats control efforts as one way of leptospirosis prevention. Methods. This is was qualitative research with phenomenological approach. This research was conducted in a village in Kecamatan Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. Data were collected by observation, focus group discussion (FGD), and in-depth interviews. Subjects of this study were a key informant, 8 interviews informants, and 20 informants for FGD. Data validation was done by methods triangulation and member checking. The data were analyzed by opencode 4.02 so some themes could be obtained. Results and Discussion. Leptospirosis was more commonly known as the virus tikus (virus of rats), which described as a disease caused by rats virus. The behavior in controlling rats was influenced by the knowledge of rats as the transmitter of leptospirosis and their beliefs / myths about rats. Rats control was done by chasing them away. Rats control was done by chasing them away. A myth was found that there’s a character that had an army of rats burried in the area. Conclusion. Belief/myth of the rats influenced the effort of rats control, which is one of the effort of leptospirosis transmission control.
Kata Kunci : mitos, tikus, pengendalian leptospirosis