PENGETAHUAN DAN MOTIVASI KADER POSYANDU TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA BALITA DI PUSKESMAS MLATI I KABUPATEN SLEMAN
ARYANI WIDAYATI, Dra. Yayi Suryo Prabandani, M.Si., Ph.D.; Dra. Retna Siwi Padmawati, MA.
2014 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/PPKPendahuluan: Rendahnya minat masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan gigi serta tingginya angka kerusakan gigi terjadi pada semua golongan umur termasuk balita, menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Upaya pencegahan terhadap kerusakan gigi sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Sifat dari penyakit gigidan mulut adalah irreversible dan kumulatif. Penanggulangan secara sistematis dan seawal mungkin sangat diperlukan. Peran serta orangtua dan kader posyandu diperlukan untuk melaksanakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang baik terutama pada balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang pengetahuan dan motivasi kader posyandu untuk kesehatan gigi dan mulut balita di wilayah kerja Puskesmas Mlati I, Kabupaten Sleman. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Lokasi penelitian di Puskesmas Mlati I yang mengelola sebanyak 46 posyandu. Informan utama dalam penelitian ini adalah kader posyandu sebanyak 16 orang, informasi digali melalui focus group discussion. Informan sekunder adalah Kepala Puskesmas Mlati I, koordinator promosi kesehatan, perawat gigi, informasi digali dengan metode indepth interview. Data diolah melalui analisis konten. Hasil : Pengetahuan dasar kader posyandu tentang penyakit gigi, cara pencegahan, dan pola makan bervariasi, sedangkan motivasi kader lebih didorong dengan motivasi internal. Dibutuhkan program penyuluhan dan refreshing tentang kesehatan gigi dan mulut balita dari penyedia pelayanan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan menjaga motivasi kader. Belum tersedia peralatan untuk pemeriksaan gigi di posyandu, sehingga kader belum dapat bekerja optimal. Kesimpulan : Kader mempunyai pengetahuan dasar tentang kesehatan gigi dan mulut khususnya mengenai pencegahan karies gigi dan motivasi internal untuk menjadi kader. Dibutuhkan perpanjangan tangan dari penyedia layanan kesehatan bagi kader posyandu untuk terlaksananya program pencegahan karies gigi pada balita.
Introduction: Low public interest in the maintenance of oral and dental health and high levels of tooth decay occurs in all age groups, including children, who are scattered throughout Indonesia . An increasing number of dental caries in children requires attention from the public and the government. Prevention of tooth decay should be done at an early age. The nature of dental disease is irreversible and cumulative.The prevention measurement is therefore necessary and should be done as early as possible. The parents’ and cadres’ monitoring are needed to maintain necessary behaviour on infant’s oral health. The positive role can only be achieved if the parents and posyandu cadres have the knowledge and motivation to carry out the maintenance of good oral health. Objective : This study aimed to obtain more information about the knowledge and motivation of health cadres in PHC Mlati I, Sleman. Methods : This study was a qualitative case study design. The location of research in PHC Mlati I that managing as many as 46 neighbourhoodintegrated posts. Key informants in this study were 16 posyandu cadres, information collected through focus group discussions. Secondary informant is the Head of PHC Mlati I, coordinator of health promotion dental nurses. The information was extracted by the method of in-depth interview. The data was processed through content analysis. Results : The knowledge of posyandu cadre on dental disease, prevention methods, and diet were varied, program extension was needed to increase cadres’ knowledge, refreshment on infants’ oral health for health care providers, equipment for dental examinations in neighbourhoodintegrated posts were not available yet so that cadres cannot work optimally. Conclusion:The posyandu cadres have basic knowledge about infant’s oral health and sufficient internal motivation to be health cadres. Program extension from the health providers are needed to increase the knowledge of health cadres on infant’s oral health.
Kata Kunci : pengetahuan, motivasi, kader posyandu