Daya Antiinflamasi ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L) Pada Edema Kaki Tikus Wistar
AMALIA PERWITASARI, drg. Rahardjo, S.U., Sp.BM
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGIInflamasi merupakan respon jaringan tubuh terhadap kerusakan. Salah satu tanda inflamasi adalah edema atau pembengkakan. Kulit manggis mempunyai aktivitas anti inflamasi karena adanya senyawa Xanton, seperti alfa mangostin dan gamma mangostin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek anti inflamasi ekstrak kulit manggis terhadap edema kaki tikus Wistar. Subjek penelitian ini adalah 30 ekor tikus jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (akuades), kelompok perlakuan ekstrak kulit manggis dosis 20 mg/100gBB, 40 mg/100gBB dan dosis 80 mg/100gBB, kelompok kontrol positif (kalium diklofenak). Masing-masing kelompok tikus diberikan perlakuan secara per oral sesuai kelompoknya, lalu diikuti dengan induksi karagenan 1% untuk memicu edema. Pengukuran volume edema dilakukan menggunaan alat pletismometer (Ugo Basile, Italy) dan pengamatan dilakukan setiap jam selama 6 jam. Hasil one-way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap kenaikan volume edema (p<0,05). Kelompok perlakuan dosis ekstrak kulit manggis 80 mg/100gBB menunjukan kenaikan volume edema yang lebih rendah dibandingkan dosis 20 mg/100gBB, 40 mg/100gBB, dan kelompok kontrol negatif namun tidak lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol positif. Uji LSD menunjukkan ekstrak dosis 40 mg/100gBB, 80 mg/100gBB dan kontrol positif tidak memiliki perbedaan bermanksa (p>0,05). Kemampuan menghambat inflamasi paling tinggi dimiliki oleh dosis 80 mg/100gBB sebesar 55,95%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kulit manggis dosis 20 mg/100gBB, 40 mg/100gBB, dan 80 mg/100gBB dapat menghambat kenaikan volume edema pada proses inflamasi tikus
Inflamation is a body response to injury and edema is an indication of that. Pericarp of Garcinia mangostana Linn contains many xanthones such as alpha-mangostin and γ-mangostin, which is known to have the anti-inflamation effect. This study aimed to investigate anti-inflamatory effect of extract from the pericarp of G. mangostana using carragenin-induced paw edema in Wistar rats. Thirty rats were divided into 5 groups, namely negatif control group (distilled water), G mangostana extracts in dose20mg/100gBW, 40 mg/100gBW, and 80 mg/100gBW, and positive control group (kalium diclofenac) were administered per orally before introducing 1 % carrageenan into hind paw to induce edema. Paw volume was measured every hour using plethysmometer (Ugo Basile, Italy) within 6 h. One-way ANOVA test results showed statistically significant difference of edema volume increment between treatment groups (p<0.05). Lowest edema volume increment was showed by 80 mg/100gBWG. mangostana extract group, compared to 20 mg/100gBW and 40 mg/100gBWG. mangostana extract group as well as negative control group. Least Significant Different test results showed that G.mangostana extracts in dose 40 mg/100gBW and 80 mg/100 mgBW had an inhibition activity to edema volume as same as a positive control (p>0.05). Dose 80 mg/100gBW of G. Mangostana extract showed the highest antiinflammatory activity with 55,95% inhibition. Conclusion that 20 mg/100gBW, 40 mg/100gBW, and 80 mg/100gBW of G.mangostana extract able to inhibit edema volume increment of carrageenan-induced inflammation on rats could be drawn from this study.
Kata Kunci : Ekstrak kulit manggis, Garcinia mangostana, antiinflamasi,, karagenan,