OBYEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM SERTA DAYA DUKUNG KAWASAN DI TAMAN WISATA ALAM BUKIT KELAM KABUPATEN SINTANG KALIMANTAN BARAT
GUSTI AYU TIKA VINDRIANI, Prof. Dr. Ir. H. Chafid Fandeli, MS;
2015 | Tesis | S2 Ilmu KehutananPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ODTW alam yang ada di kawasan TWA Bukit Kelam baik flora, fauna dan lanskapnya, mengetahui karakteristik dan motivasi wisatawan di kawasan TWA Bukit Kelam, serta mengukur besarnya daya dukung kawasan untuk tujuan pariwisata alam. Penelitian dilakukan pada setiap segmen kawasan wisata, yaitu pada kawasan taman bermain, kawasan air terjun dan kawasan hutan wisata. Metode dalam penelitian ini meliputi : (1) Potensi keanekaragaman jenis flora menggunakan analisa vegetasi dengan metode garis berpetak, jalur pengamatan diletakkan secara purposive sampling dan indeks keanekaragaman jenisnya menggunakan persamaan Shannon of general diversity. Potensi keanekaragaman jenis fauna dilakukan dengan penjelajahan, menggunakan jalur pengamatan yang digunakan untuk pengamatan keanekaragaman jenis flora dan juga dilakukan bersamaan dengan inventarisasi flora, untuk indeks keanekaragaman jenisnya menggunakan persamaan indeks diversitas Simpson. Potensi lanskap mengacu pada metode Bureau of Land Managemant dengan menggunakan tiga orang penilai, dimana skor dari tiga orang tersebut dijumlahkan dan dicari rata-ratanya. (2) Indeks Penutupan Lahan (IPL) variabel yang digunakan yaitu dampak potensial wisatawan pejalan kaki, kedalaman tanah sampai pada horizon B (zona transisi dalam inchi), persentase permukaan lahan yang berbatu tak bervegetasi, persentase debu pada horizon C (batuan induk) dan persentase kelerengan. Kemudian dimasukkan ke dalam persamaan IPL dan nilai IPL minimum menurut South East Region (Region 8) of The US Forest Sevice atau TSERUSFS adalah 75%. (3) Daya Dukung Kawasan menggunakan persamaan daya dukung ekologis, variabel yang digunakan adalah jumlah kunjungan wisatawan pertahun, luas areal yang dibutuhkan setiap wisatawan untuk berwisata dalam feet², jumlah hari dalam satu tahun yang dipergunakan untuk berwisata dan faktor pemulihan. (4) Kondisi dan persepsi masyarakat setempat menggunakan kuisioner dengan metode purposive sampling. Kondisi dan persepsi wisatawan juga menggunakan kuisioner dengan metode random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Potensi keanekaragaman jenis flora pada kawasan taman bermain ditemukan sebanyak 14 jenis flora dengan indeks keanekaragaman jenisnya 1, 0922, pada kawasan air terjun ditemukan 22 jenis flora dengan indeks keanekaragaman jenis 1,2590 dan 25 jenis flora ditemukan pada kawasan hutan wisata dengan indeks keanekaragaman jenis 1,3030. Potensi keanekaragaman jenis fauna pada kawasan taman bermain ditemukan sebanyak enam jenis fauna dengan indeks keaneragaman jenis 0,7586, pada kawasan air terjun ditemukan delapan jenis fauna dengan indeks keanekaragaman jenis sebesar 0,8738 dan ditemukan 10 jenis fauna pada kawasan hutan wisata dengan indeks keanekaraqgaman jenis 0,8433. Potensi lanskap pada kawasan taman bermain termasuk dalam kualitas sedang dengan nilai 13, pada kawasan air terjun dan hutan xv wisata termasuk dalam kualitas tinggi dengan nilai 28 untuk kawasan air terjun dan 20 untuk kawasan hutan wisata. (2) Indeks Penutupan Lahan (IPL) pada kawsan taman bermain berada dalam keadaan rusak karena nilai IPL nya hanya 70,98%, sedangkan pada kawasan air terjun dan hutan wisata berada dalam keadaaan baik dengan nilai 80,40% untuk kawasan air terjun dan 84,34% untuk kawasan hutan wisata. (3) Daya dukung kawasan pada kawasan taman bermain 102 orang/ha untuk aktivitas piknik dan 44 orang/ha untuk aktivitas berkemah, pada kawasan air terjun 90 orang/ha untuk aktivitas piknik dan 201 orang/ha untuk aktivitas berenang, serta 84 orang/ha untuk aktivitas piknik di kawasan hutan wisata. Berdasarkan hasil penjualan tiket masuk ke kawasan wisata, rata-rata jumlah wisatawan yang datang ke kawasan TWA Bukit Kelam tidak pernah melebihi nilai daya dukung kawasannya, namun demikian tetap perlu diperhatikan dalam pengelolaan kawasannya, karena ODTW alam ini memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap kerusakan akibat aktivitas wisatawan yang berlebihan. (4) Kawasan taman bermain pada umumnya wisatawan yang datang merupakan tipe wisatawan mass tourist dan karakter, pada kawasan air terjun wisatawan yang datang dengan tipe wisatawan minat khusus dan mass tourist, serta pada kawasan hutan wisata dengan tipe wisatawan explorer (penjelajah dan petualang) dan minat khusus. Kondisi masyarakat setempat dan wisatawan pada umumnya mencerminkan kondisi yang cukup kondusif. Persepsi masyarakat setempat dan wisatawan sebagian besar menyatakan puas atas kunjungannya dan keberadaan kawasan TWA Bukit Kelam dapat memberikan keuntung yang positif bagi masyarakat setempat.
This study was aimed to discover the potential of natural tourism objects and attractions in Bukit Kelam Natural Park whether flora, fauna and landscape, to discover characteristics and motivations of tourists in Bukit Kelam Natural Park, and to measure the area’s carrying capacity for natural tourism. The study was conducted on every segment of tourism area, which are playground, waterfall area and tourism forest area. The method in this study included: (1) Potential of diversity of floras used vegetation analysis by line plot sampling, observation path was placed using purposive sampling and the diversity index used Shannon’s equation of general diversity. Potential of diversity of faunas used exploration, using observation path used for observing flora diversity and also conducted while inventorying flora, the diversity index used Simpson’s equation of diversity index. Potential of landscape referred to Bureau of Land Management method using three raters, in which their scores are totaled and averaged. (2) Land Cover Index (IPL) the variables used were potential impact of walking tourists, soil depth up to horizon B (transitional zone in inch), percentage of rocky land surface with no vegetation, percentage of dust in horizon C (host rock) and slope percentage. They’re then inserted into IPL equation and minimum IPL score according to South East region (Region 8) of the US Forest Service or TSERUSFS is 75%. (3) Area’s Carrying Capacity used ecological carrying capacity equation, the variables used were total visiting tourists per year, area size required by every tourist in foot2, number of days in a year used for tourism and recovery factor. (4) Condition and perception of local communities used questionnaires with purposive sampling method. Condition and perception of tourists also used questionnaires with random sampling method. Study result showed that: (1) Potential of diversity of flora in the playground was 14 types of flora with 1.0922 diversity index, in the waterfall area was 22 types of flora with 1.2590 diversity index and 25 types of flora were discovered in the tourism forest area with 1.3030 diversity index. Potential of diversity of fauna in the playground area was six types of fauna with 0.7586 diversity index, in the waterfall area was eight types of fauna with 0.8738 diversity index and 10 types of fauna in tourism forest area with 0.8433 diversity index. Potential of landscape in the playground was medium quality with a score of 13, in the waterfall and tourism forest areas was high quality with scores of 28 for waterfall area xvii and 20 for tourism forest area. (2) Land Cover Index (IPL) in the playground was in damaged condition because the IPL score was 70.89%, while waterfall and tourism forest areas were in good condition with scores of 80.40% for the waterfall area and 84.34% for tourism forest area. (3) Area’s carrying capacity in the playground was 102 people/ha for picnic activities and 44 people/ha for camping activities, in the waterfall area 90 people/ha for picnic activities and 201 people/ha for swimming, also 84 people/ha for picnic activities in tourism forest area. Based on ticket sales for the tourism areas, the average number of tourists coming to Bukit Kelam Natural Park never exceeds the area’s carrying capacity, However the management should still be noted, because the natural tourism objects and attractions has high vulnerability to damage due to excessive tourism activities. (4) In the playground the tourists are generally mass tourists and character tourists, in the waterfall area the tourists are generally special interest tourists and mass tourist, while in the tourism forest area the tourists are explorer (explorers and adventurers) and special interest tourists. The condition of local communities and tourists in general reflected conducive condition. The perception of local communities and tourists generally express satisfaction with their visits and the existence of Bukit Kelam Natural Park gave positive benefits to local communities.
Kata Kunci : Potensi ODTW alam, karakteristik dan motivasi wisatawan, daya dukung kawasan, pariwisata alam, TWA bukit kelam.