KEAKTIFAN IBU KE POSYANDU DAN STATUS GIZI BALITA (ANALISIS DATA RISKESDAS 2010)
HASANAH NOVIANI, Dr. rer. nat. dr. BJ. Istiti Kandarina; dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Gizi merupakan salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan pembangunan kesehatan di seluruh dunia. Keberhasilan pelaksanaan program gizi menentukan keberhasilan pembangunan kesehatan di suatu negara merupakan hal yang penting dalam usaha peningkatan sumber daya manusia untuk masa yang akan datang. Tingginya tingkat kurang gizi berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi di masa depan dengan mengurangi potensi angka Indek Pembangunan Manusia (IPM). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan angka prevalensi gizi kurang pada balita (BB/U <-2SD) mengalami angka penurunan dari 18,4 persen tahun 2007 menjadi 17,9 persen pada riskesdas 2010. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis status gizi balita dihubungkan dengan keaktifan ibu ke posyandu, determinan status gizi dan sosial ekonomi demografi berdasarkan data Riskesdas 2010. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah anggota rumah tangga yang berumur di bawah lima tahun (balita) yang merupakan sampel Riskesdas 2010. Pengujian data dilakukan dengan analisis univariabel, bivariabel dan multivariabel. Hasil: Hasil analisis bivariabel dengan uji chi square menunjukkan hubungan yang bermakna antara sanitasi dan air bersih, tingkat pendidikan ibu, sosial ekonomi dan jumlah anggota rumah tangga dengan status gizi balita, nilai p < 0,05. Hasil analisis multivariabel dengan menggunakan regresi logistic menunjukkan bahwa status ekonomi keluarga berpengaruh paling besar terhadap status gizi balita dengan nilai odds ratio 1,27 (95% CI : 1,17-1,40) nilai p = 0,000, hasil ini signifikan secara statistik. Kesimpulan: Status gizi balita dipengaruhi oleh multifaktor, semakin baik status ekonomi, tingkat pendidikan ibu, dan sanitasi dan air bersih maka akan semakin besar kemungkinan balita mempunyai status gizi baik, sedangkan variabel keaktifan ibu menimbang balita , jumlah anggota rumah tangga dan asupan makanan tidak bermakna atau tidak signifikan secara statistik. Perlu kembali ditingkatkan peran posyandu sebagai salah satu tempat pelayanan kesehatan dasar bagi balita dan diharapkan akan memberi dampak pada berbaikan status gizi balita.
Background: Nutrition is an indicator of health development throughout the world. The success of nutrition program determines the success of health development in a country, since nutrition is an important aspect in improving human resource quality in the future. The high prevalence of nutritional deficiency and malnutrition adversely affects the economic growth in the future since it reduces Human Development Index (HDI). A research conducted by Primary Health Research (Riskedas) showed that malnutrition prevalence in the children under five years of age (BB/U-2SD) decreased from 18.4 percents in 2007 to 17.9 percents according to the 2010 Riskesdas. Objectives: The research is to analyze the nutritional status of children under five years of age based on mother’s activeness to visit Posyandu, determinants of nutritional status, and social, economic, and demographic status based on the 2010 Riskesdas data. Method: The research used cross-sectional design. The samples were family members under five years of age (balita), which became the 2010 Riskesdas sample. Data analysis was conducted using univariable, bivariable, and multivariable analyses. Results: Bivariable analysis using chi-square test showed a significant relationship between sanitation and clean water, mother educational level, social economic status, and the size of family, with the nutritional status of children under five years of age, with a value of p < 0.05. Multivariable analysis using logistic regression analysis showed that economic status significantly influenced the nutritional status of children under five years of age, with odds ratio of 1,27 (95% CI : 1,17-1,40), p value = 0,000 – a statistically significant result. Conclusion: Nutritional status of children under five years of age is influenced by multiple factors, including social economic status, mother educational level, and sanitation and clean water. the worse these factors are, the higher is the possibility for the children to have malnutrition. Meanwhile, mother activeness to visit Posyandu, family size and dietary intake of the children under five years of age were not statistically significant. The role of Posyandu as a place for primary healthcare is expected to contribute positively to the improvement of nutritional status in the children under five years of age.
Kata Kunci : Status gizi balita, Keaktifan ibu dan Posyandu