PERAN SERTA RUMAH SAKIT SWASTA DALAM PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT ISLAM YOGYAKARTA PDHI
WIDODO WIRAWAN, DR, Prof. dr. Mohammad Hakimi, Sp.OG, PhD; dr. Mubasysyir Hasan Basri, MA
2015 | Tesis | S2 Kesehatan Masyarakat/MMPKLatar belakang: Keberhasilan penyelenggaraan program KIA ditentukan oleh banyak faktor. Keterbatasan pemerintah dalam penyelenggaraan layanan kesehatan menjadi hambatan untuk memodifikasi faktor-faktor individual masyarakat dalam memanfaatkan layanan KIA. Padahal di dalam penyelenggaraan layanan KIA, terdapat banyak sektor berupa lembaga dan perorangan yang terlibat. Sektor swasta seperti rumah sakit (RS) swasta memiliki peran tersendiri di dalam memberi layanan KIA. Peran swasta ini tidak dapat begitu saja diabaikan karena jumlah RS lebih banyak dibanding jumlah RS pemerintah dan pertambahan jumlahnya juga lebih cepat daripada pertambahan RS pemerintah. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi dan memahami peran serta RS swasta di dalam program KIA pemerintah melalui studi kasus di RS Islam Yogyakarta PDHI serta mengeksplorasi kelayakan RS swasta sebagai penyedia layanan program KIA. Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Variabel yang diamati adalah sumber daya, peran serta, hambatan dan tantangan, serta nilai strategis. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada responden dari pengurus Yayasan PDHI, direktur, manajer, bidan, dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, dan pasien atau keluarganya, juga dilakukan pengamatan lapangan, dan penelusuran dokumen. Hasil: Rumah sakit swasta memiliki peran besar dalam program KIA pemerintah melalui potensi yang dimiliki meliputi layanan KIA yang dimiliki, fasilitas sarana dan prasarana, dan sumber daya dokter dan paramedis. Namun, RS swasta juga menemui hambatan dalam melaksanakan program KIA pemerintah, seperti besaran tarif asuransi pemerintah tidak sesuai dengan biaya pelayanan RS swasta dan diskriminasi tarif berdasarkan kelas RS. Pemerintah juga belum optimal dalam memberikan sosialisasi panduan program KIA di RS swasta dan sistem rujukan antar fasilitas kesehatan yang masih belum baik. Kesimpulan: Peran serta RS swasta dalam program program KIA belum optimal, terutama dipengaruhi oleh faktor kerjasama pembiayaan program KIA oleh pemerintah, sistem rujukan, dan fasilitasi pemerintah untuk pengembangan sarana, prasarana, dan tenaga medis, serta kurangnya sosialisasi panduan program KIA.
Background: The success of the MCH program is determined by many factors. Limitations of the government in the implementation of health care becomes an obstacle to modify individual factors community to utilize MCH services. Whereas in the implementation of MCH services, there are many sectors in the form of institutions and individuals involved. The private sector such as private hospitals has an own participation in providing MCH services. The private sector's participation can not simply be ignored because the number of private hospitals more than the number of government hospitals and also increase in number faster than government hospitals. Objectives: This study was conducted to explore and understand the participation of the private hospitals in the MCH program of government through case studies in Yogyakarta Islamic Hospital PDHI, and exploring the feasibility of private hospitals as a service provider to the MCH program. Method: The study used a qualitative method with case study design. The variables measured were the resources, participation, barriers and challenges, as well as the strategic value. Collecting data through in-depth interviews to respondents from PDHI Foundation board, directors, manager, midwife, obstetrician, pediatrician, and the patient or his family, also conducted field observations, and document tracking. Results: Private hospital has a major role in government MCH program through potential resources including MCH services its self, facilities and infrastructure, and resources doctors and paramedics. However, private hospitals also encountered the obstacles in implementing government MCH programs, such as the amount of government insurance rates are not in accordance with the cost of private hospital services and there is tariff discrimination based on hospital class. The government is also not optimal in socializing MCH program guide in private hospitals and referral systems between health facilities are still not good. Conclusion: The participation of the private hospitals in the MCH program is not optimal, especially influenced by financing cooperation for MCH programs, referral systems, and government facilitation for the infrastructure development and medical personnel, and lack of socialization MCH program guide.
Kata Kunci : peran serta, RS swasta, kesehatan ibu dan anak