Laporkan Masalah

KELEMBAGAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI MODEL DAS MIKRO WATUGEDE, KABUPATEN GUNUNGKIDUL

MAHARANI PRIDANTI, Dr. M. Taufik Tri Hermawan, S.Hut., M.Si.; Dr Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si.

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pengelolaan DAS terpadu melalui Model DAS Mikro (MDM) telah dibangun di Kabupaten Gunungkidul. Optimalisasi peran kelembagaan masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan DAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan kelembagaan masyarakat yang telah melaksanakan kegiatan konservasi tanah dan air (KTA) di MDM Watugede dan mengetahui prioritas pengembangan kelembagaan. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Analisa dilakukan dengan mengacu pada data-data kualitatif dan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah IDF (Institutional Development Framework). Terdapat 13 lembaga masyarakat yang telah melaksanakan kegiatan KTA di MDM Watugede. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 3 lembaga telah berada pada tingkat pemantapan dan 10 lembaga masih berada pada tingkat pengembangan. Lembaga yang siap dan berpotensi untuk mendukung pengelolaan DAS adalah Gapoktan Ngudi Mulya dan Gapoktan Ngudi Makmur Hargomulyo

An intregated watershed management was developed in Gunungkidul Regency through a Micro Watershed Model. Optimization the roles of social institutions is one of the success key in watershed management. This research aims to determine social institution’s level of development that have performed soil and water conservation activities at Watugede Micro Watershed Model and also to determine the priority of the institutions development. The basic method used in this research was descriptive qualitative method. Analysis conducted in accordance with qualitative and quantitative datas. Method used in this reasearch is IDF (Institutional Development Framework). There were thirteen social institutions that have performed soil and water conservation activities at Watugede Micro Watershed Model. The results of the research showed that three institutions was at the level of stabilization and ten institutions remained at the level of development. The Institutions which ready and have the potential to support watershed management is Gapoktan Ngudi Mulya and Gapoktan Ngudi Makmur Hargomulyo

Kata Kunci : Kelembagaan Masyarakat, Konservasi Tanah dan Air, IDF