PENGARUH PENATALAKSANAAN TERPADU TERHADAP PENURUNAN KASUS PENYAKIT SKABIES PADA SISWA PONDOK PESANTREN AN NAWAWI KELURAHAN BERJAN KECAMATAN GEBANG KABUPATEN PURWOREJO JAWA TENGAH
NURHAYATI, DR, Dr. drh. Siti Rahmah Umniyati, SU.
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran TropisLatar Belakang. Penyakit skabies masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia,termasuk di Pondok Pesantren An Nawawi Purworejo, Jawa Tengah. Selama ini santri penderita skabies di Pondok pesantren melakukan pengobatan secara sporadik saja, belum pernah dilakukan pengobatan yang mencakup seluruh populasi dalam satu asrama dengan melibatkan para senior yang telah diedukasi cara penularan, pemeriksaan, pengobatan, dan pencegahan scabies (metode penatalaksanaan terpadu). Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi penatalaksanaan terpadu terhadap penurunan kasus penyakit skabies pada siswa Pondok Pesantren putra An Nawawi kelurahan Berjan,kecamatan Gebang,Kabupaten Purworejo Jawa Tengah dibandingkan dengan metode pengobatan konvensional. Metode. Jenis penelitian eksperiment quasi dengan rancangan pre test – post test with control group design. Diambil 112 orang subjek yang positif skabies dan dibagi menjadi 2 kelompok yang dipilih karena didalam kamar mereka ada 2-3 orang penderita scabies yang positif Sarcoptes scabiei var,hominis (non randomize). Diagnosis skabies ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan kulit. Tata laksana skabies secara terpadu dengan melibatkan kedua senior pada masing-masing kamar yang telah diberi edukasi cara penularan, pengobatan, pemeriksaan dan pencegahan skabies seperti kebersihan diri dan lingkungan diaplikasikan pada kelompok I, sedangkan tata laksana skabies konvensional dengan obat salep 2-4 tanpa edukasi diaplikasikan pada kelompok II. Kedua kelompok dievaluasi pada hari ke 5 dan hari ke 35 pasca perlakuan. Analisis data deskriptif dan uji hipotesis dilakukan menggunakan Chi Square (X2), dilanjutkan dengan uji Relative Risk. Hasil penelitian : Angka kesembuhan pada hari ke 35 kelompok metode penatalaksanaan terpadu adalah 42% dari total subjek (112orang) dan 21,4% dari total subjek (112orang) pada metode konvensional (P ≤0,05) . Nilai RR = 2, yang berarti metode penatalaksanaan terpadu 2 kali lebih kuat dalam menurunkan kasus penyakit skabies dibanding metode konvensional. Kesimpulan :Pengobatan scabies menggunakan metode penatalaksanaan terpadu lebih efektif dari pada metode pengobatan konvensional. Kata kunci: skabies, Sarcoptes scabiei, penatalaksanaan terpadu, pondok pesantren, konvensional
Background. Scabies disease remains a health problem in Indonesia, including in Boarding An Nawawi Purworejo, Central Java. During this time students scabies patients in Pondok Pesantren sporadic treatment course, has never been done treatment covering the entire population in a dormitory with the involvement of seniors who have been educated mode of transmission, examination, treatment, and prevention of scabies (integrated management method). The Purpose. This study aims to determine the integrated management effication to decrease cases of scabies in the boarding school student son Berjan An Nawawi village, subdistrict Gebang, Central Java Purworejo compared with conventional treatment management. Method.. This is a quasi-experimental study with pre-post test control group design. Taken 112 subjects were positive for scabies and divided into 2 groups were chosen because in their rooms there are 2-3 people with Sarcoptes scabiei scabies positive var hominis (non randomize). Scabies diagnosis is made by history and examination of the skin. The management of scabies in an integrated management by involving both seniors at each of the rooms that had been given education mode of transmission, treatment, screening and prevention of scabies as personal and environmental hygiene applied in group I, where as conventional scabies management with ointment 2-4 without education applied to group II. Both groups were evaluated on day 5 and day 35 post-treatment. Descriptive data analysis and hypothesis testing was performed using Chi Square (X2), followed by test Relative Risk. RESULTS: The cure rate on day 35 group of integrated management method is 42% of the total subjects (112orang) and 21.4% of the total subjects (112orang) in the conventional management(P ≤0,05). Value RR = 2, which means an integrated management 2 times more powerful in reducing cases of scabies disease than conventional management. Conclusion: Treatment of scabies using integrated management is more effective than conventional treatment management. Keywords: scabies, Sarcoptes scabiei, integrated management, boarding schools, conventional.
Kata Kunci : scabies, Sarcoptes scabiei, integrated management, boarding schools, conventional; skabies, Sarcoptes scabiei, penatalaksanaan terpadu, pondok pesantren, konvensional