Laporkan Masalah

IDENTIFIKASI POLA SEBARAN HORISONTAL HUTAN RAKYAT DI DESA SEMIN, KECAMATAN SEMIN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL

MARGARITA OKTIVIANA KUSUMANINGTYAS, Ir. Budi Murdawa, M.Sc.; Djoko Soeprijadi, S.Hut., M.Cs.

2015 | Skripsi | S1 MANAJEMEN HUTAN

Salah satu aspek struktur hutan yang digunakan untuk mengidentifikasi kondisi hutan adalah sebaran diameter pohon. Sebaran diameter mencerminkan aspek kelestarian pengelolaan hutan rakyat dan dapat juga digunakan sebagai alat penentu strategi tebangan yang berasaskan kelestarian. Penelitian ini dilakukan pada tegakan hutan rakyat di Dusun Mandesan, Ngepoh, dan Pucung Malang, Desa Semin, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola sebaran horisontal hutan rakyat. Model sebaran Weibull berparameter-3 diterapkan untuk mengidentifikasi pola sebarannya, dimana c adalah parameter bentuk, b adalah parameter skala, dan a adalah parameter lokasi. Parameterisasi dilakukan dengan menggunakan metode estimasi maximum likelihood dan metode estimasi moments. Uji kesesuaian dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tegakan yang terdapat pada tegalan dan wono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegakan hutan pada tegalan dan wono memiliki pola sebaran diameter yang beragam. Metode estimasi yang paling sesuai untuk diterapkan adalah metode estimasi maximum likelihood yang dapat menampung 86,21 % tegalan dan 60 % wono dari jumlah total sampel yang digunakan sebagai penelitian.

One of forest structures which can be used for forest identification is tree diameter distribution. The distribution reflects the sustainability aspect of community forest plantation and is also used as an indicator for sustainable forest harvesting. This research is conducted in community forest at dusun Mandesan, Ngepoh, dan Pucung Malang, desa Semin, Semin district, Gunungkidul Regency. This research aims to identify horizontal trees distribution of community forests. Weibull distribution pattern parameters-3 applied to identify patterns of distribution, where c is a shape parameter, b is a scale parameter, and c is a location parameter. Parameterising is done by using maximum likelihood and moments estimation method. Furthermore, goodness and fit test used Kolmogorov-Smirnov test. Samples used in the research is the trees in tegalan and wono. The research shows that trees distribution in tegalan and wono have various diameter distribution patterns. By using maximum likelihood, trees distribution of 96,21 % samples from tegalan and 60 % samples from wono, can be represented by Weibull distribution pattern parameters-3.

Kata Kunci : hutan rakyat, sebaran diameter, model sebaran Weibull