PERANAN BADAN SEARCH AND RESCUE NASIONAL (BASARNAS) DALAM PENANGANAN IMIGRAN GELAP KE AUSTRALIA YANG MENGALAMI KECELAKAAN DI PERAIRAN INDONESIA
YOPI HARYADI, Prof. Dr. Marsudi Triattmodjo, S.H.,LL.M.
2014 | Tesis | S2 HukumPenelitian ini dimaksudkan mendeskripsikan dan menganalisa keberadaan dan penanganan imigran gelap di Indonesia yang bertujuan untuk dapat mencari suaka ke Australia. Selain itu, penulisan ini juga mendeskripsikan dan menganalisa peranan Badan Search & Rescue Nasional (Basarnas) dalam melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan SAR terhadap imigran gelap yang mengalami kecelakaan di wilayah Indonesia dan wilayah perbatasan dengan Australia sehingga memerlukan koordinasi dengan pihak Australia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa penanganan imigran gelap serta pelaksanaan kegiatan SAR apabila imigran gelap tersebut mengalami kecelakaan di wilayah perairan Indonesia yang ditangani oleh Basarnas berdasarkan Hukum Nasional dan Hukum Internasional yang berlaku. Penelitian ini dilaksanakan melalui cara pengamatan langsung terhadap peristiwa tersebut serta pengalaman penulis dalam melaksanakan penanganan terhadap kecelakaan yang menimpa imigran tersebut. Penelitian ini dilengkapi dengan wawancara narasumber terkait yang kemudian dianalisa berdasarkan studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, teori hukum dan pendapat para sarjana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) penanganan terhadap para imigran gelap yang mengalami kecelakaan di perairan Indonesia masih belum optimal dikarenakan sumber daya yang dimiliki oleh Basarnas masih belum memadai serta pengerahan unsur milik potensi SAR yang belum dapat dikerahkan secara cepat karena perbedaan persepsi oleh potensi SAR, (2) koordinasi antara Indonesia dan Australia perlu dilaksanakan peninjauan ulang terkait dengan Arrangment SAR kedua negara terkait dengan masalah clearence, batas wilayah tanggung jawab dan lokasi disembarkasi.
This reasearch aims to describe and analyze the existence and handling of illegal immigrants in Indonesia, which aims to be able to seek asylum in Australia. In addition, this reasearch also describes and analyzes the role of the National Search & Rescue Agency (Basarnas) in implementing and coordinating the rescue activities against illegal immigrants that crashed in Indonesia and the border with Australia that require coordination with the Australian side. The purpose of this reasearch is to analyze the handling of illegal immigrants as well as the implementation of the SAR if illegal immigrants crashed in Indonesian waters are handled by Basarnas based National Law and International Law applicable. This research was conducted through direct observation of the incident as well as the author's experience in implementing the handling of the accident immigrants. This research was complemented by interviews related resource which is then analyzed based on the study of literature against the legislation, legal theory and opinions of the scholars. The results of this study indicate that: (1) the handling of illegal immigrants who had an accident in the waters of Indonesia is still not optimal because the resources owned by Basarnas still inadequate and the deployment of elements belonging to potential SAR can not be deployed quickly due to differences in perception by potential SAR, (2) the coordination between Indonesia and Australia should be implemented reconsideration associated with SAR arrangment two countries related to clearance issues, boundaries of responsibility and location of disembarkation.
Kata Kunci : Imigran gelap, Basarnas, Hukum Internasional.