ANALISIS PENGELOLAAN OBAT PADA TAHAP PROCUREMENT DI INSTALASI FARMASI RSUD KERTOSONO KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2009-2012
ISTIANA SETIYAWATI, Dr. Satibi, S.Si., M.Si., Apt.
2015 | Tesis | S2 Magister Manajemen FarmasiProcurement obat di RSUD Kertosono perlu di kelola secara efisien. Berdasarkan observasi pendahuluan ditemukan beberapa permasalahan yang dihadapi Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono dalam pengelolaan obat pada tahap pengadaan, antara lain fluktuasi pemakaian obat sehingga terjadi ketidaksesuaian antara jumlah item obat perencanaan dengan pemakaian, kekosongan obat, jumlah item dan jumlah barang yang dipesan tidak sesuai dengan kebutuhan, tidak adanya formularium rumah sakit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui metod, kebijakan dan prosedur procurement dan mengetahui pengelolaan obat pada tahap procurement. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pengambilan data data primer dan data sekunder berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data primer ialah data yang diambil pada saat penelitian berlangsung berupa data wawancara mendalam. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari penelusuran terhadap dokumen tahun-tahun sebelumnya (data retrospektif). Data yang diambil, dianalisa menggunakan indikator efisiensi dari pudjaningsih dan standart pelayanan minimal RSUD Kertosono, kemudian dibandingkan dengan nilai standart atau hasil penelitian untuk mengetahui ketidak efisienan. Berdasarkan data yang dikumpulkan dan hasil dan analisis serta pembahasan yang dilakukan, menunjukkan bahwa gambaran umum mengenai metode, kebijakan dan prosedur pengadaan obat di RSUD Kertosono pada tahun 2009-2012 pada tahap procurement adalah alokasi dana pengadaan obat belum memenuhi standar, frekuensi pengadaan obat pada kenyataan masih rendah, sedangkan dengan metode EOQ sedang, persentase nilai obat yang rusak dan kadaluwarsa masih dapat diterima, persentase nilai obat yang mati tidak tinggi masih dibawah 5% , persentase waktu obat yang kosong relatif masih rendah, persentase kesesuaian item obat perencanaan dan pengadaan jumlah perencanaan lebih rendah atau sedikit dibandingkan jumlah pemakaian kenyataan, persentase pemakaian obat adalah untuk jumlah perencanaan lebih rendah atau sedikit dibandingkan jumlah pemakaian kenyataan dan untuk persentase obat yang tidak terlayani sudah sesuai dengan nilai standar. Kata kunci: rumah sakit, pengelolaan obat, procurement
Procurement management in Hospitals should be managed efficiently. According preliminary observation, it was fount that many problems have been facing by the state owned general hospital (RSUD) inmanaging the medicine apply. Such as fluctuation of medicine consume, that cousein balance of number of medicine’s item planned with the consumption, stock out of medicine, absensece of hospital drug formulsry.This study wan conducted to understand the existing policy, law, regulation of procurement and dug menegement during the procurement phase. The study is a descriptive design which using the prymary abd secondery data. Prymary data was taken by an indept interview method.. Whice the secondary data was taken by an observation retrospectivelu on previous data. The data was analyzed using efficiency indicators from Pudjaningsih, standart minimal services of Kertosono Regional General Hospital and then compared with standard scored or research result to discover inefficiency. Based on collected data, result, and discussion have shown that, in RSID Kertosono have applied procurement under standart. Eventhough the quantity of expired stugnunt drugs is still low (under 5%) Key word:Hospital, medicine storage, procurement.
Kata Kunci : rumah sakit, pengelolaan obat, procurement; Hospital, medicine storage, procuremen