Laporkan Masalah

Pengaruh Minuman Berkarbonasi terhadap Reepitelisasi Luka Soket Pasca Pencabutan Gigi: Kajian Histologis pada Marmot

ADINDA PERTIWI, drg. Sri Larnani, M.D.Sc.;drg. Anne Handrini Dewi, M.Kes.

2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Pencabutan gigi merupakan tindakan yang biasa dilakukan dalam kedokteran gigi. Pencabutan gigi yang ideal merupakan pencabutan tanpa rasa sakit dengan trauma seminimal mungkin, sehingga luka dapat segera sembuh tanpa masalah pasca pencabutan. Pencabutan gigi meninggalkan luka soket yang harus disembuhkan. Penyembuhan luka soket pasca pencabutan gigi akan melalui beberapa fase yaitu fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase maturasi. Reepitelisasi yang terjadi pada fase proliferasi merupakan salah satu komponen penting dalam proses penyembuhan luka sebagai parameter dari penutupan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minuman berkarbonasi terhadap reepitelisasi luka soket pasca pencabutan gigi. Dua puluh empat ekor marmot, dengan berat badan antara 400-500 g, dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Gigi insisivus kiri rahang bawah marmot dicabut dan diberi minum air pada kelompok kontrol dan perlakuan. Marmot pada kelompok perlakuan menerima minuman berkarbonasi per oral sebanyak 1ml/100 g BB dua kali sehari. Tiga ekor marmot dari setiap kelompok dikorbankan pada hari ke-3, 5, 7, dan 14 pasca pencabutan. Jaringan soket gigi diambil dan dibuat sediaan histologis dengan pengecatan Hematoksilin Eosin. Pengukuran reepitelisasi dilihat dari ketebalan epitel yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop cahaya dan kamera mikroskop dengan perbesaran 100 kali. Hasil pengukuran pada hari pengamatan ke-5, 7, dan 14 kelompok perlakuan lebih tipis secara signifikan daripada kelompok kontrol dengan nilai statistik p<0,05. Hasil pengukuran ketebalan epitel pada hari ke-3 pasca pencabutan tidak menunjukan perbedaan rerata yang signifikan dengan hasil statistik p=0,122. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minuman berkarbonasi mempengaruhi reepitelisasi luka soket pasca pencabutan gigi.

Tooth extraction is a common procedure in dentistry. The ideal tooth extraction is the painless removal of the whole tooth, with minimal trauma, so that the wound heals quickly and no-post operative problem is created. Tooth extraction leaves a surgical wound, which has to heal. The healing of an extraction socket has series of events, inflammatory phase, proliferative phase, and maturation phase. Reepithelialization in an essential component of wound healing used as defining parameter of a successful wound closure which occurred in proliferative phase. The objective of this study is to investigate the effect of carbonated drink on reepithelialization of extraction socket. Twenty-four guinea pigs with 400-500 g weight were assigned into two control and treatment groups. The guinea pigs had lower left incisor extraction. The guinea pigs in the treatment group received 1ml/100 g BW carbonated drink orally two times a day. Three guinea pigs from each group were sacrificed for histological evaluation at 3, 5, 7, and 14 days post-extraction and the specimens were stained with Hematoxylin-Eosin. Reepithelialization was measured by the thickness of the epithelium with light microscope and camera microscope with 100x magnification. The epithelium thickness on 5, 7, and 14 days observation measured for the treatment group given with carbonated drink was significantly lower compared with control group (p<0.05). There was no significant difference of epithelium thickness on 3 days observation between groups (p=0.122). The conclusion of this study is consumption of carbonated drink affect the reepithelialization of extraction healing.

Kata Kunci : Soket pencabutan gigi, penyembuhan luka, reepitelisasi, minuman berkarbonasi

  1. S1-2015-296644-abstract.pdf  
  2. S1-2015-296644-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-296644-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-296644-title.pdf