Laporkan Masalah

ANALISIS STRATEGI RECOVERY PARIWISATA INDONESIA PASCA PERISTIWA BOM BALI

H. MUHAMAD MUWARDI, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati

2015 | Tesis | S2 Ilmu Politik/Hubungan Internasional

Bom Bali merupakan salah satu peristiwa kelam dalam sejarah pariwisata Indonesia. Aksi-aksi terorisme seperti itu perlu diantisipasi di masa mendatang mengingat pariwisata Indonesia terus berkembang dan menjadi tulang punggung perekonomian negara dan mayarakat. Peristiwa Bom Bali I pada 2002 dan Bom Bali II pada 2005 sangat memukul pariwisata Indonesia, khususnya provinsi Bali. Daerah yang semula mengandalkan pendapatan dari pariwisata secara tiba-tiba diguncang aksi terorisme yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Dampaknya pun tidak sesaat. Indonesia mendapat catatan negatif dari negara-negara di dunia karena dianggap tidak memiliki antisipasi terhadap aksi terorisme saat itu. Bagi dunia pariwisata, aksi terorisme merupakan musuh utama. Kepercayaan wisatawan mancanegara bergantung pada kemampauan pemerintah daerah dan pusat dalam menangani isu terorisme. Pariwisata Indonesia perlu perhatian khusus pasca peristiwa Bom Bali. Salah satunya adalah dengan memulihkan kondisi pariwisata tersebut. Untuk memulihkan pariwisata, maka pemerintah sebagai aktor utama dibantu oleh aktor-aktor lain, seperti swasta dan masyarakat melakukan strategi pemulihan pariwisata Indonesia. Strategi yang dilkukan juga perlu dilakukan di dua level, uyakni di dalam negeri dan luar negeri. Kata kunci: strategi pemulihan pariwisata, Bom Bali, pariwisata dan terorisme

Bali Bombing is one of the worst period for Indonesia tourism development. The brutality of terrorist attack shocked many people in Bali, Indonesia, and actually in the world. Bali as one of Indonesia tourism icon was attacked twice (in 2002 and 2005) and killed many foreign tourism. Tourism as one of the biggest Indonesia national income and the main source for Balinese income had fallen after terrorist attack. Indonesia tourism got negative respond from other country, especially from the country that lost their people in Bali Bombing. The government of these country declared Travel Warning for not going to Indonesia, especially Bali. Their trust might be got back by Indonesia government. To recover the tourism, Indonesia government should be trustworthy in safety and security for international tourist. The government did everything to recover tourism. But, they would not succeed without domestic actors’ contribution, such as the role of private industry and community. So, to recover Indonesia tourism after Bali Bombing, Indonesia must have collaboration from government for their leadership and rules, private industry for their initiatives, and community for their contribution in domestic level. Then, Indonesia will do everything they build in domestic level for international stage. Keyword: tourism recovery strategy, Bali Bombing, tourism, terrorism

Kata Kunci : tourism recovery strategy, Bali Bombing, tourism, terrorism; strategi pemulihan pariwisata, Bom Bali, pariwisata dan terorisme


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.