PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PERILAKU FISIOLOGIS DAN PERTUMBUHAN BIBIT BLACK LOCUST (Robinia pseudoacacia L.)
NOVITA ANGGRAINI, Dr. Eny Faridah
2015 | Tesis | S2 Ilmu KehutananBlack locust (Robinia pseudoacacia) merupakan salah satu spesies yang digunakan untuk rehabilitasi lahan semiarid, arid serta lahan kekeringan akibat perubahan iklim global saat ini. Walau demikian, kemampuan adaptasi black locust pada daerah persebarannya ini cukup meresahkan, disebabkan jenis ini memiliki potensi invasif yang cenderung menekan pertumbuhan tanaman asli setempat. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh cekaman kekeringan berupa volume penyiraman dan interval penyiraman terhadap perilaku fisiologis dan pertumbuhan bibit black locust, serta untuk menganalisis tingkat toleransi black locust terhadap kekeringan melalui karakter efisiensi penggunaan air (WUE) dan kandungan klorofil. Perlakuan volume penyiraman berupa kapasitas lapang 30-40% mewakili kondisi kekeringan dan kapasitas lapang 70-80% mewakili kondisi air yang baik, sementara interval penyiraman berupa 1 hari, 3 hari dan 7 hari. Metode analisis yang digunakan ialah analisis tren. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah semakin rendah volume penyiraman (KL 30-40%) dan semakin lama interval penyiraman (ke 7 hari) maka fotosintesis, transpirasi, konduktansi stomata, serta pertumbuhan (tinggi, diameter, berat kering tajuk dan akar) akan semakin rendah, sementara untuk WUE dan kandungan klorofil semakin tinggi. Peningkatan WUE dan kandungan klorofil merupakan salah satu indikasi bahwa black locust mampu beradaptasi (toleran) pada kondisi cekaman kekeringan. Beberapa literatur juga menunjukkan bahwa black locust mampu memfiksasi nitrogen tanah dan memperbaiki sifat tanah serta mampu mendominasi suatu kanopi hutan. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan black locust dalam upaya reklamasi lahan kering perlu studi khusus dan pertimbangan yang matang agar tidak membawa dampak invasif pada kehidupan mendatang. Kata Kunci: black locust, cekaman kekeringan, invasif, WUE, klorofil
Black locust (Robinia pseudoacacia) is one of species used for land rehabilitation in semiarid, arid and drought area (caused climate change recently). However, adaptability of black locust on their distribution area is quite disturbing, because this species has an invasive potential that tends to suppress the growth of native plants. The purpose is to study the effect of drought stress in the form of watering volume and watering intervals on physiological behavior and growth of black locust seedlings, as well as to analyze the level of black locust on drought tolerance through the character of the water use efficiency (WUE) and chlorophyll content. Treatment of watering volume are 30-40% of field capacity represent drought conditions and 70-80% of field capacity represent good water conditions, while watering intervals are 1 day, 3 days and 7 days. The analytical method used is trends analysis. The results is the lower watering volume (30-40% FC) and the longer the interval watering (for 7 days), will make photosynthesis, transpiration, stomatal conductance, and growth (height, diameter, shoot and root dry weight ) lower, while for WUE and chlorophyll content will be higher. Increasing in WUE and chlorophyll content is one of indication that black locust is able to adapt (tolerant) to drought stress conditions. Some literatures also show that black locust is a N2 fixing trees, improve soil properties and also able to dominate the forest canopy. By doing so, it can be concluded that the use of black locust in dry land reclamation need special study and deliberation in order not to have an invasive impact on the future lives. Keywords: black locust, drought, invasive, WUE, chlorophyll
Kata Kunci : black locust, cekaman kekeringan, invasif, WUE, klorofil