PENGARUH AUDITOR BURNOUT, KOMITMEN ORGANISASIONAL, NIAT PINDAH DAN KINERJA PEGAWAI TERHADAP TOLERANSI PERILAKU DISFUNGSIONAL AUDITOR BPK RI
IKA JATNIKA, Prof. Bambang Riyanto, LS., MBA., Ph.D
2015 | Tesis | S2 Sains AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris dengan menguji faktorfaktor yang dapat mempengaruhi toleransi perilaku disfungsional auditor di Indonesia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah auditor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) bertugas di 11 kantor perwakilan BPK di Provinsi dan kantor Auditorat Utama Keuangan Negara. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik survei. Data yang dapat diolah dalam penelitian ini sebanyak 83 kuesioner. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis faktor dan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara empiris niat pindah berpengaruh positif terhadap toleransi perilaku disfungsional auditor dan kinerja pegawai berpengaruh negatif terhadap toleransi perilaku disfungsional auditor. Kontribusi utama penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai faktor-fakor yang dapat mempengaruhi toleransi perilaku disfungsional auditor yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pembuatan keputusan untuk menghindari menurunnya kualitas audit yang akibatkan oleh perilaku disfungsional auditor.
This study aims to provide empirical evidence to examine the factors that may affect the auditor's tolerance dysfunctional behavior in Indonesia. The sample used in this study is the auditor in Audit Board of the Republic of Indonesia (BPK RI) served in 11 offices in Representative Office of the BPK in the Province and Main Auditorat of the State Finance Office. Data was collected using survey techniques. The data can be processed in this study were 83 questionnaires. The data analysis technique using factor analysis and SEM-PLS. The results showed that empirically intention to leave a positive effect on the auditor's tolerance of dysfunctional behavior and performance of employees negatively affect the auditor's tolerance of dysfunctional behavior. The main contribution of this study is to provide further understanding of the factors that could affect tolerance fakor dysfunctional behavior of the auditor which can be used as a consideration in the decisionmaking to avoid a decline in the quality of audits that result from dysfunctional behavior of auditors.
Kata Kunci : Toleransi perilaku disfungsional auditor, auditor burnout, niat pindah, komitmen organisasional, kinerja, dan auditor BPK.