Laporkan Masalah

PELAKSANAAN PERENCANAAN DESA Studi Kasus di Desa Sedayu Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan

BAGUS NURCAHYADI SAPUTRO, SSTP, Dra. Nunuk Retnandari

2015 | Tesis | S2 Magister Administrasi Publik

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses penyusunan perencanaan dan menganalisa perbedaan serta ketidaksesuaian perencanaan dengan belanja desa di Kabupaten Pacitan tepatnya di Desa Sedayu Kecamatan Arjosari, berdasarkan kelengkapan dokumen dan pengarsipan yang memadai di Pemerintah Desa Sedayu Kecamatan Arjosari Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan berbagai informan dengan analisa terhadap data sekunder. Dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa belanja desa tidak mengacu pada perencanaan desa yang telah ditetapkan sebelumnya, hal ini berakibat pada tidak tercapainya Visi dan Misi Kepala Desa selama periode menjabat. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhi mulai dari kurang pahamnya pemangku kepentingan dan pelaksana di desa, khususnya Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Perangkat Desa. Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat faktor yang membuat Pemerintahan Desa tidak selalu harus mematuhi perencanaan, diantaranya kebutuhan pembangunan yang mendesak dan otonomi desa yang seakan – akan Pemerintahan Desa dipernenankan untuk memutuskan belanja desa tanpa memperhatikan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk itu penulis merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah selaku instansi yang membawahi kegiatan administrasi desa untuk lebih memperhatikan perencanaan yang dituangkan dalam RPJM desa, dengan harapan kesesuaian belanja dan perencanaan dapat memberikan pendekatan terhadap pencapaian tujuan Pemerintahan Desa.

This study aims to describe the process of planning and analyzing the differences and incompatibility with the planning of shopping village in Pacitan precisely in the Village District of Arjosari Sedayu , based on the documents and adequate archiving Sedayu Village Government District of Arjosari Research conducted by qualitative method through in-depth interviews with various informants with an analysis of secondary data From the results of the study showed that the shopping village is not referring to the village planning predetermined , this resulted in failure to achieve the vision and mission of the village during the period served . This is caused by many factors ranging from less knowledge affect stakeholders and implementers in the village, especially the Village Consultative Body Member ( BPD ) and Village Government. The results also showed that there were factors that made the Village Government does not always have to comply with the plan , including the urgent need for the development and autonomy as the village - will push Village Government to decide shopping village without regard to a predetermined plan . To the authors recommend to the Regional Government as agency that oversees the administration of the village to pay more attention to oversight in planning as outlined in the shopping village , with shopping and planning suitability hope can provide an approach to achieving goals Village Government.

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.