FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEDIAAN WANITA UNTUK KONSELING DAN TESTING HIV/AIDS DI TULUNGAGUNG
SUCI ANGGRAENI, dr. Yanri W. Subronto, Ph.D., SpPD; Akhmadi, S.Kp., M.Kep., Sp.Kep.Kom
2015 | Tesis | S2 KeperawatanLatar Belakang: Wanita merupakan kelompok yang paling rentan tertular HIV/AIDS. Kerentanan wanita terhadap HIV lebih banyak disebabkan ketimpangan gender yang berakibat pada ketidakmampuan perempuan untuk mengontrol perilaku seksual suami atau pasangan tetapnya dan kurangnya pengetahuan serta akses untuk mendapatkan informasi dan pelayanan pengobatan HIV dan AIDS. Tujuan: Menggali tentang faktor yang mempengaruhi kesediaan wanita untuk konseling dan testing HIV/AIDS di Tulungagung. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan fenomenologi. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam pada 5 wanita yang menjadi klien di klinik VCT Seruni Tulungagung. Pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data pada penelitian berdasarkan tahapan dari Colaizzi (1978) yaitu dengan cara: membuat transkrip, reduksi data dan koding, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Triangulasi dilakukan kepada petugas klinik Seruni Tulungagung dan observasi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 Maret-21 Mei 2014. Hasil: Pada penelitian ini, didapatkan sebanyak 2 tema yang menjawab tujuan penelitian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari fisiologis, psikologis, dan perilaku beresiko tertular HIV/AIDS. Faktor eksternal yaitu sikap petugas kesehatan dan suami yang terdiagnosis HIV/AIDS. Kesimpulan: Seringkali wanita melakukan konseling dan testing HIV/AIDS ketika sudah muncul beberapa gejala HIV/AIDS. Respon psikologis dan adanya latar belakang perilaku wanita yang beresiko tertular HIV/AIDS serta sikap petugas kesehatan yang positif, mendorong mereka untuk melakukan konseling dan testing HIV/AIDS
Background: Women are the most vulnerable group infected by HIV/AIDS. Woman vulnerability over HIV is caused by gender inequality leading to woman incapability to control sexual behavior of their husbands or permanent spouse and less knowledge and access to get information on HIV and AIDS and their medication service. Objective: Explores on the factors that influence the willingness of women to counseling and testing of HIV / AIDS in Tulungagung. Method: It was qualitative research with phenomenology design. Data was collected with in-depth interview on 5 women as client in Seruni VCT clinic in Tulungagung. Sample was taken using purposive sampling technique. Data analysis was based on steps by Colaizzi (1978) by making transcript, reduction and coding, data presentation, conclusion drawing and verification. Triangulation is done to clinicians Seruni Tulungagung and observation. This research was conducted on March 20 to May 21, 2014. Result: In this study, found by 2 themes that answer the research objectives, namely internal factors and external factors. The internal factors consist of physiological, psychological, and behavioral risk of contracting HIV / AIDS. The external factor is the attitude of health workers and a husband who was diagnosed with HIV / AIDS. Conclusion: Often women do counseling and testing of HIV / AIDS when it appears some of the symptoms of HIV / AIDS. Psychological response and the background of the behavior of women who are at risk of contracting HIV / AIDS as well as the positive attitude of health workers, encouraging them to do the counseling and testing of HIV / AIDS.
Kata Kunci : Konseling dan Testing HIV/AIDS, Wanita