EFEK MINYAK ESENSIAL LAVENDER DIBANDINGKAN DENGAN MINYAK ESENSIAL JAHE TERHADAP INTENSITAS NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA
WASIS PUJIATI, Prof. Dr. Mae Sri Hartati Wahyuningsih, M.Si., Apt; Elsi Dwi Hapsari, S.Kp., M.S., D.S
2015 | Tesis | S2 KeperawatanLatar Belakang: Nyeri menstruasi merupakan nyeri pada abdomen yang dirasakan sebelum maupun selama menstruasi, bahkan pada saat mengalami nyeri menstruasi yang berat penderita sampai meninggalkan aktivitasnya. Penelitian pada tahun 2011, menunjukan angka kejadian nyeri menstruasi primer pada remaja di Indonesia sekitar 54,89%. Berbagai terapi telah digunakan untuk mengobati nyeri baik secara farmakologi maupun non farmakologi. Secara farmakologi dengan penggunaan NSAID, secara non farmakologi salah satunya dengan menggunakan minyak esensial. Tujuan: Untuk mengetahui efek antara minyak esensial lavender dibandingkan dengan minyak esensial jahe terhadap intensitas nyeri menstruasi pada remaja di SMAN I Muncar. Metode: Desain true experimental, rancangan randomized pretest posttest design. Waktu pengambilan data Agustus-September 2014 di SMAN I Muncar. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja perempuan kelas X dan XI sejumlah 260 siswa, sampel sejumlah 30 untuk masing-masing kelompok perlakuan. Teknik sampling dengan simple random sampling. Variabel dependen yaitu pemberian minyak esensial lavender dan jahe, variabel independen yaitu intensitas nyeri menstruasi. Instrumen yang digunakan Numerical Rating Scale. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil: Intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok lavender dan jahe masing-masing adalah 5,47±1,19 vs 2,93±1,53, P=0,00 dan 5,40±0,96 vs 2,93±1,43, P=0,00. Perbandingan efek minyak esensial lavender dan jahe dengan nilai P>0,05 (0,897). Kesimpulan: Minyak esensial lavender dan minyak esensial jahe sama-sama efektif dalam penurunan intensitas nyeri menstruasi pada remaja.
Background: Menstrual pain is the pain in the abdomen which is perceived before or during menstruation, that even when the menstrual pain is heavily painful, the sufferers leave their activities. Research in 2011 showed that the rate of occurrence of primary menstrual pain in Indonesian adolescences was about 54.89%. Various therapies have been used to cure the pain, both pharmacologically and non-pharmacologically. Pharmacologically, it is done by the usage of NSAID, and non-pharmacologically is done by using essential oil. Objective: To know about the effects of lavender essential oil compared to ginger essential oil toward the intensity of menstrual pain in the adolescences of SHS 1 Muncar. Method: True experimental design, with randomized pretest posttest design plan. Time of data retrieval was August-September 2014 in SHS 1 Muncar. Population in this research were female adolescences in class of X and XI, with the amount of 260 students, with samples’ amount of 30 for each treatment group. The sampling technique was simple random sampling. The dependent variable are the giving of lavender and ginger essential oils, meanwhile the independent variable are the intensity of menstrual pain. Instrument which was used was Numerical Rating Scale. The data analysis used the Wilcoxon and Mann-Whitney Test. Result: The intensity of pain before and after intervention essential oil of lavender and ginger are 5,47±1,19 vs 2,93±1,53, P=0,00 and 5,40±0,96 vs 2,93±1,43, P=0,00. Comparison of the effects essential oil of lavender and ginger have P >0,05 (0,897). Conclusion: Both lavender essential oil and ginger essential oil are effective in reducing the intensity of menstrual pain in adolescences.
Kata Kunci : Nyeri menstruasi, Minyak esensial, Lavender, Jahe, Remaja