SUASANA BELAJAR DAN KESIAPAN PRAKTIK PADA MAHASISWA ROTASI KLINIK BAGIAN PENYAKIT DALAM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS MALIKUSSALEH LHOKSEUMAWE
RAHMI SURAYYA, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan KedokteranPendahuluan: Suasana belajar klinik sangat efektif untuk mempertajam kompetensi dan membangun identitas profesional karena melibatkan pasien dan permasalahannya. Dalam suasana belajar di klinik mahasiswa berkesempatan mengamati dan terlibat langsung dalam praktik nyata. Suasana belajar ini perlu mendapat perhatian karena berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa. Rasa siap melakukan praktik adalah salah satu bentuk hasil pembelajaran klinik. Kesiapan praktik merupakan persepsi mahasiswa terhadap kemampuannya menyelesaikan tugas klinik, sikap profesional dan keterampilan kultural yang diperlukan untuk berpraktik. Kesiapan praktik dapat berfungsi sebagai evaluasi pengalaman belajar dan implikasinya terhadap mahasiswa, dan sebagai indikator kualitas pendidikan dokter. Tujuan penelitian: 1) mengidentifikasi suasana belajar klinik di Bagian Penyakit Dalam; 2) mengidentifikasi kesiapan praktik pada mahasiswa di Bagian Penyakit Dalam; 3) mengetahui hubungan antara suasana belajar klinik dan kesiapan praktik. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan sequential explanatory. Cross sectional survey dilakukan pada semua mahasiswa di bagian penyakit dalam dengan menggunakan PHEEM untuk mengukur suasana belajar dan kuesioner penilaian diri untuk mengukur kesiapan praktik. Hubungan antara suasana belajar klinik dan kesiapan praktik menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih rinci mengenai suasana belajar dan kesiapan praktik mahasiswa. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara suasana belajar klinik dan kesiapan praktik. Mahasiswa yang memiliki persesi baik terhadap suasana belajar klinik cenderung lebih merasa siap melakukan praktik ketimbang mahasiswa yang memiliki persepsi kurang.
Introduction: clinical learning environment plays an important role in gaining competencies and professional identity bulding among medical students. It provides chance to practice in a real situation, therefore, it influence students readiness to practice. Reasiness to practice refers to students’ perception about his/her ability accomplish basic clinical tasks, professional attitude, and cultural skill needed to practice. Readiness to practice may be used to evaluate students’ learning experiences. It also indicates quality of a medical school. Objectives: 1) to identify students perception about clinical learning environment at internist department of Medical school of Malikussaleh University; 2) To identify students perception about their readiness to practice after completing clinical rotation at internist department; 3) to corrolate students perception about clinical learning environment and readiness to practice. Method: A postgraduated hospital education environment measure used to collect data. The study is a sequential explanatory design. It use postgraduated hospital education environment measure (PHEEM) to collect data students perception about clinical learning environment. In order to find out students readiness to practice, the study use self assessment questionnaire. Chi-square test is used to find out correlation between variabels. Interview is conducted to obtain qualitative data. Result: The result shows that clinical learning environment effects readiness to practice. Students whose perception about clinical learning environment is good tend to feel ready to practice than those who have a lack perception.
Kata Kunci : suasana belajar klinik, kesiapan praktik, kompetensi, PHEEM