Laporkan Masalah

PERBANDINGAN KINERJA BEBERAPA MODEL PERAMALAN RUNTUT WAKTU UNTUK VARIABEL KURS DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL BOX-JENKINS/ARIMA, ARCH DAN GARCH PERIODE 3 JANUARI 2000 – 7 JULI 2014

YOLANDA SARI, Dr. Muhammad Edhie Purnawan, MA.

2015 | Tesis | S2 SAINS ILMU EKONOMI

Ketidaktepatan peramalan kurs mengakibatkan kerugian. Untuk itu diperlukan teknik peramalan kurs yang menghasilkan model terbaik untuk menganalisis kurs. Penelitian ini menggunakan model Box-Jenkins/ARIMA, ARCH dan GARCH dalam meramalkan kurs. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam pola runtut waktu. Data tersebut meliputi data kurs Rupiah/USD yang diperoleh dari Bank Indonesia dalam bentuk data harian, lima hari dalam seminggu. Data ini dimulai dari tanggal 3 Januari 2000 sampai 7 Juli 2014 dengan out of sample mulai 8 Juli 2014 hingga 29 Agustus 2014. Beberapa model tersebut dibandingkan satu sama lain sehingga diperoleh model terbaik, dan dari model terbaik tersebut diperoleh pula hasil peramalan 39 hari ke depan. Penelitian ini menunjukkan bahwa model ARIMA lebih baik dalam meramalkan kurs dibandingkan dengan model ARCH dan GARCH, yakni model ARIMA(2,1,1) yang memiliki nilai RMSE, MAE dan MAPE terkecil. Hasil peramalan pada tanggal 8 Juli 2014 adalah Rp11.793,60/USD dengan data aktualnya sebesar Rp11.695,00/USD, dan forecast error sebesar Rp98,60/USD. Terdapat shadow forecasting mulai tanggal 8 Juli 2014 hingga 13 Agustus 2014 sehingga dapat dilihat perbandingannya dengan data aktual.

Inaccurate forecasting exchange rate resulted in disadvantages, therefore forecasting technique produces the best model to analyze the exchange rate is critically needed. This study focused on Box-Jenkins/ARIMA, ARCH and GARCH model used for exchange rate forecasting. Comparison for all model using secondary data of time series forecasting, consist of Rupiah/USD daily exchange rate data, five days a week, obtained from Bank Indonesia started from January 3, 2000 to July 7, 2014 with out of sample between July 8 to August 29, 2014. They were compared with each other to measure the best model, which later was used for 39 days ahead forecasting. Results showed that ARIMA model was more feasible for currency forecasting than ARCH and GARCH mode, particularly ARIMA model (2,1,1) with lowest RMSE, MAE and MAPE value. Forecast results for July 8, 2014 was Rp11,793.60/USD with actual data of Rp11,695.00/USD, and forecast error of Rp98.60/USD. There was also shadow forecasting started at July 8 to August 13, 2014, thus comparison to the actual data could be seen.

Kata Kunci : Peramalan kurs, ARIMA, ARCH, GARCH.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.