Laporkan Masalah

PELAKSANAAN PROGRAM REHABILITASI MELALUI PROSES DERADIKALISASI BAGI PELAKU TERORISME MENURUT UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PENGESAHAN KONVENSI ASEAN TENTANG PEMBERANTASAN TERORISME

SARONTO, SH., Heribertus Jaka Triyana, SH, LL.M, MA.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Hukum

Penelitian ini mempunyai tujuan untukmengetahui dan menganalisis mengenai implementasi, urgensi dan kendala serta solusi program rehabilitasi melalui proses Deradikalisasi bagi pelaku Terorisme menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pengesahan Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorime dalam upaya pencegahan tindak pidana terorisme. Penegakan hukum tindak pidana terorisme sejauh ini masih dalam tataran penindakan padahal Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorime mengamanatkan konsep Rehabilitasi sebagai sarana pencegahan adanya radikalisme sebagai faktor lahirnya adanya pelaku terorisme. Permasalahan tersebut diteliti menggunakan penelitian hukum normatif yang berfokus pada penelitian kepustakaan. Namun demikian, guna mendukung data sekunder yang diperoleh dari penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah Pelaksanaan Program Rehabilitasi Melalui Proses Deradikalisasi Bagi Pelaku Terorisme Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pengesahan Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorime di Indonesia, dilaksanakan oleh Deputi Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT selaku instansi pelaksana program Deradikalisasi sebagai pendekatan pencegahan. Urgensi Program Rehabilitasi Melalui Deradikalisasi ini dapat melaksanakan fungsi pencegahan terhadap tindak pidana terorisme yaitu Deradikalisasi dilakukan untuk menanggulangi radikalisme dan terorisme yang sering mengatasnamakan agama. Pendekatan agama ini sangat penting untuk memberikan pemahaman agama yang tepat, kontekstual dan menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam beragama kepada masyarakat. Pemahaman kontekstual dan pembumian nilai humanitas agama akan melahirkan aksi atau implementasi beragama yang jauh dari aksi-aksi kekerasan, radikalisme dan terorisme Kata kunci: Rehabilitasi, Deradikalisasi, dan Terorisme.

This study has the objective to identify and analyze on the implementation, urgency and constraints and solutions through the process of rehabilitation programs for perpetrators of terrorism Deradicalisation according to Law of the Republic of Indonesia Number 5 of 2012 on the Ratification of the ASEAN Convention on Combating terrorism in the prevention of terrorism. Law enforcement terrorism so far still in the level of enforcement when the ASEAN Convention on Combating terrorism mandates the concept of rehabilitation as a means of prevention of radicalization as a factor in the birth of the perpetrators of terrorism. The issues examined using normative legal research that focuses on the research literature. However, in order to support the secondary data obtained from the research literature. The results of this study were Rehabilitation Program Implementation Process Through Deradicalisation For Actors Terrorism According to the Law of the Republic of Indonesia Number 5 of 2012 on the Ratification of the ASEAN Convention on Combating terrorism in Indonesia, conducted by Deputy Prevention, Protection, and Deradicalisation BNPT as implementing agencies Deradicalisation program as approaches prevention. Urgency Rehabilitation Program Through this Deradicalisation can perform the function of the prevention of terrorism is Deradicalisation done to combat radicalism and terrorism are often the name of religion. Approach to religion is very important to provide proper understanding of religion, contextual and upholds human values in religion to the public. Contextual understanding and earth will give birth to the value of humanity religion religious implementation of the action or away from violence, radicalism and terrorism Keywords: Rehabilitation, Deradicalisation, and Terrorism

Kata Kunci : Rehabilitasi, Deradikalisasi, dan Terorisme; Rehabilitation, Deradicalisation, and Terrorism


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.