RESETTLEMENT FOR MERAPI DISASTER ERUPTION REFUGEES AND IMPROVEMENT OF ECONOMIC CONDITION Case Study in Pagerjurang Resettlement and Cancangan (Qtel) Resettlement
AIDA RAHMA SALIKHA, Prof. Dr. Sunyoto Usman
2015 | Tesis | S2 PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR DAN PEMBANGUNANTujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi perbaikan kehidupan ekonomi masyarakat korban erupsi gunung Merapi yang menempati infrastruktur hunian tetap. Varibel yang digunakan untuk mengidentifikasi perbaikan kehidupan ekonomi masyarakat dalam penelitian ini yaitu dengen menguraikan apa yang disebut dengan 5M, yaitu : material (sumber lapangan pekerjaan), (hu)man power (kapabilitas personal), management (kemampuan personal untuk mengelola), market (pemasaran) dan money (kepemilikan modal). Selain menganalisa kelima variable tersebut penelitian ini juga membahas mengenai koeksistensi infrastruktur, kapasitas personal, komunitas dan system serta jejaring yang ada di dalam infrastruktur hunian tetap itu sendiri. Penelitian ini dilakukan di dua lokasi hunian tetap di kecamatan Cangrkingan kabupaten Sleman. Lokasi pertama adalah hunian tetap Pagerjurang, merupakan hunian tetap yang dibangun oleh pemerintah. Lokasi kedua adalah hunian tetap Qtel atau disebut pula hunian tetap Cancangan, merupakan hunian tetap yang dibangun pihak swatsa yaitu Qtel kepanjangan dari Qatar telecommunication. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif. Wawancara semi struktur terhadap beberapa narasumber dan observasi dilakukan untuk memperoleh data primer, sedangkan data sekunder didapatkan dari studi internet, surat kabar, dokumen serta literatur yang berkaitan. Proses analisa meliputi deskripsi, tendensi dan interpretasi. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perbaikan kehidupan ekonomi masyarakat Pagerjurang dan Qtel terkait erat dengan bisnis wisata lavatour dan bisnis penambangan pasir sisa Erupsi Merapi. Lebih lanjut penelitian ini menemukan bahwa masyarakat hunian tetap Qtel cenderung mengalami kemajuan kehidupan perekonomian yang lebih baik dibanding dengan masyarakat hunian tetap Pagerjurang. Masyarakat di dua hunian tetap ini khususnya yang terlibat dalam bisnis wisata lavatour dan bisnis penambangan pasir sisa Erupsi Merapi memiliki modal (money) yang tidak jauh berbeda. Hanya saja masyarakat hunian tetap Qtel lebih unggul dalam hal mendayagunakan fasiiltas yang dimiliki untuk mengoptimalkan market, (hu)man power dan management. Masyarakat hunian tetap Qtel mengoptimalkan bisnis lavatour dengan memanfaatkan teknologi internet dan mempertahankan bisnis penambangan pasir dengan menggunakan sarana telekoomunikasi serta kelancaran kedua bisnis ini juga ditunjang oleh infrastruktur jalan yang baik di lingkungan sekitar hunian tetap. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur hunian tetap tidak berdiri sendiri dalam hal perbaikan kehidupan ekonomi masyarakat penggunanya, akan tetapi tergantung dengan infrastruktur yang lain seperti infrastruktur jalan, jaringan listrik sebagai pendukung keberadaan internet dan sarana telekomunikasi serta sumber lapangan pekerjaan yang ada di sekitarnya. Kata kunci : infrastruktur hunian tetap, perbaikan kehidupan ekonomi, saling keterkaitan (interdependesi) antar infrastruktur
The objective of the present study is to identify utilization of resettlement infrastructure for the refugees of Merapi disaster eruption related to users improvement of economic condition. 5M is used in this study as variables to describe improvement of economic condition; materials (all existing physical and natural resources), manpower (community and personal capability), management (management skill), market (marketing skill) and money (capital ownership). This study also discusses about coexistence of infrastructure, personal community and system capacity, and networking in resettlement infrastructure. This study is located in two point of resettlement complex in Cangkringan, Sleman district. The first object is in Pagerjurang resettlement which provided by government. The second object is in Cancangan or Qtel resettlement which provided by private (Qatar Telecommunication or Qtel). Qualitative approach is used in this study. Semi-structured interviews with several respondents and observations were conducted to get the primary data. While browsing in the internet, reading related articles on newspapers, some documents, and other related literatures were done to get the secondary data. Describing, determining the tendency, and interpreting are the series of analyzing process. This study found that economic improvement of the community in Pagerjurang and Qtel resettlement are related to lavatour tourism business and sand exploration business. Further this study also found that economic improvement of Qtel resettlement community is better than Pagerjurang resettlement community. Communities in two resettlements especially those who involve lavatour tourism business and sand exploration business have identical capital ownership (money). But Qtel resettlement community is better in facility utilization to optimize their market, man power and management. Qtel resettlement community takes market penetration in lavatour tourism business using internet technology and keeps the sustainability of sand exploration business using telecommunication facilities. The existence of both of these businesses also supported by road infrastructure surrounding the resettlement. This shows that in term of economic condition of the community, improvements of resettlement infrastructure do not stand alone but there are infrastructure interdependency with other infrastructures like road and electricity. As internet network and telecommunication facilities also have interdependency with all existing physical and natural resources. Key word: resettlement infrastructure, improvement of economic condition, infrastructure interdependency
Kata Kunci : resettlement infrastructure, improvement of economic condition, infrastructure interdependency; infrastruktur hunian tetap, perbaikan kehidupan ekonomi, saling keterkaitan (interdependesi) antar infrastruktur