OPTIMALISASI KUALITAS APARAT PEMERINTAH DAERAH PASCA OTDA MELALUI PELATIHAN INTELIJEN DALAM RANGKA KETAHANAN WILAYAH (Studi di Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat)
SUKARJANIE APRIJO PUTRO, Dr. Armaidy Armawi, M.Si; Drs. Syafiq Effendhy, M.Si.
2015 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi kualitas aparat pemerintah daerah pasca otonomi daerah melalui pendidikan intelijen di Kota Bandung, dan untuk mengetahui kontribusi pendidikan aparat pemerintah daerah pasca otonomi daerah (OTDA) terhadap ketahanan wilayah di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara terpimpin pada para informan yakni para pejabat daerah sehingga diketahui bagaimana pelaksanaan dan hasil evaluasi pelatihan intelijen. Sumber data primer diperoleh dengan cara menggali dari sumber asli secara langsung terhadap informan. Sumber data sekunder digunakan untuk mendukung data primer. Teknik analisis data penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni dengan mengumpulkan data dalam wawancara dan kemudian dilakukan analisis menggunakan teknik analisis interaktif yakni: reduksi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan. Optimalisasi kualitas aparat pemerintah daerah pasca otonomi daerah melalui pendidikan intelijen di Kota Bandung dilakukan dengan mengadakan pelatihan tentang intelijen. Pelatihan intelijen diadakan oleh Pemerintah Pusat yakni Kementerian Dalam Negeri. Peserta pelatihan intelijen anggota Satpol PP khususnya yang bertugas sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Tugas intelijen mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang suatu isu/peristiwa sehingga dapat diambil keputusan. Intelijen sangat berguna sebagai alat pengumpulan bukti atau fakta otentik sehingga akan terkumpul materi A1 (Ketelitian Sumber: dapat dipercaya sepenuhnya dan Ketelitian Info: kebenaran beritanya dikuatkan oleh sumber-sumber lain). Kontribusi pendidikan aparat pemerintah daerah pasca otonomi daerah terhadap ketahanan wilayah di Kota Bandung penting dan sangat positif. Hal ini dikarenakan dengan adanya pelatihan intelijen dapat dilakukan persiapan yang memadai untuk mengantisipasi kerusuhan massa yang disebabkan oleh adanya gejolak dari masyarakat.
The purpose of this study is to determine the optimization of the quality of local government officials after regional autonomy through intelligence education in Bandung, and to determine the contribution of the local government officials’ education after regional autonomy to the defence of local region in Bandung. This study used a qualitative approach with descriptive analysis. In this study, the researcher conducted guided interviews with the informants namely the local officials in order to know how the implementation and the evaluation results of the intelligence training. The primary data source wasdirectly obtained by digging from the original source of the informants. Secondary data sources were used to support the primary data. Data analysis technique was a descriptive qualitative research, namely collecting the data in the interviews and then analyzed them using the interactive analysis techniques: data reduction, data presentation, making conclusions. Optimization of quality of the local government officials after regional autonomy through intelligence education in Bandung was done a training on intelligence. Intelligence training was conducted by the Central Government namely Home Ministry. Participants of intelligence training, Civil Service Police Unit, in particular who served as a Civil Servant (investigators). The task of intelligence was gathering information as much as possible about an issue / event so that a decision could be taken. Intelligence was very useful as a means of gathering authentic evidences or facts that would collect materials A1 (Accuracy of source: can be trusted completely and accuracy of information: Truth news was corroborated by other sources). The contributions of the officials’ education after the local government autonomy to the regional defense in Bandung was important and very positive. This was due to the presence of intelligence training to do adequate preparation in anticipation of civil unrest caused by the turbulence of the community. The role of intelligence and good coordination among components in Bandung.
Kata Kunci : Optimalisasi, Otda, Pendidikan Intelijen, Ketahanan Wilayah