YANG TERBUANG DAN DIMAKNAI KOMODIFIKASI DAN PRAKTIK BUDAYA KONSUMSI TERHADAP PEMAKAIAN RUSTIK FURNITURE DAN ARTWORK DI YOGYAKARTA
NOR JAYADI, Dr. Hedi Pudjo Santoso
2014 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta adanya trend menggunakan barang-barang yang berbahan kayu bekas atau kayu sisa. Kayu yang tadinya terbuang menjadi bermakna dan bernilai. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui dan menganalisis komodifikasi dan praktik budaya konsumsi lewat pendekatan hermeneutika dengan periode waktu tertentu, dan 2) menganalisis model pemaknaan terhadap benda-benda recycle yang menjadi trend setter dalam industri budaya. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi yaitu menggambarkan komodifikasi dan budaya konsumsi dari sudut pandang narasumber. Penelitian mengambil lokasi objek penelitian pada lokasi produksi mebel rustic di Yogyakarta. Subjek penelitian terdiri dari 5 orang produsen rustic wood dan 5 orang konsumen rustic di dalam negeri, khususnya di Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, proses discourse green design bisa menjadi trend setter bermula dari respon dari adanya kesadaran elit terhadap masalah-masalah lingkungan seperti pemanasan global, kerusakan hutan, polusi dan sampah. Industri memberikan respon positif dan melihat green design sebagai peluang dengan memproduksi barang-barang green design. Kolaborasi dari berbagai kekuatan industri termasuk industri media massa mengkonstruksi tentang pentingnya menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan. Kedua, respons publik terhadap discourse green design berupa respon positif dengan bersedia membayar lebih mahal terhadap produk green design. Masyarakat mengkonsumsi produk green design bukan semata-mata dilatarbelakangi kepedulian terhadap lingkungan, tetapi karena citra yang dikonstruksi oleh industri. Pada saat yang sama masyarakat juga mempelajari pesan yang disampaikan melalui green design dan berusaha menunjukkan perilaku ramah lingkungan. Ketiga, proses komodifikasi produk sebagai discourse dan lifestyle dimulai dari wacana green design yang telah menjadi komoditas menarik bagi pelaku industri. Berbagai produk baru diciptakan untuk memenuhi hasrat masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Pelaku industri melekatkan produknya sebagai sesuatu yang green design. Bukan lagi nilai guna (use sign) yang ditonjolkan untuk ditawarkan kepada masyarakat, tetapi menawarkan nilai tanda. Suatu produk menjadi bernilai tinggi karena dibuat dengan bahan yang tidak terpakai, barang bekas, atau barang sisa. Selain itu, produk juga bernilai tinggi karena proses pengerjaannya yang sederhana, tanpa menggunakan alat-alat atau bahan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.
This research is motivated by the fact that there is a trend to use items made from scrap wood or wood residue. The wasted Wood is changed into meaningful and valuable products. The research aims to : 1) identify and analyze the cultural commodification and consumption practices through hermeneutic approach to the specific time period, and 2) analyze a model of meaning to recycled objects that become trendsetter in the culture industry. The method of this study is descriptive qualitative research with ethnographic approach which describes the cultural commodification and consumption of a resource standpoint. The study took place at rustic furniture production sites in Yogyakarta. Research subjects consisted of 5 manufacturers of rustic wood and 5 rustic domestic consumer, especially in Yogyakarta. The data were collected through interviews and documentation studies. The data were analyzed by using Qualitative descriptive analysis. The results show firstly, the discourse of green design can be a trendsetter which is started by the elite awareness towards environmental issues such as global warming, deforestation , pollution and litter. Industry responds positively and see a green design as an opportunity to produce green design goods. Collaboration of various industries including media industry construct the importance of using products that are environmentally friendly. Secondly, the public responds to the discourse of green design positively and they are willing to pay more towards green product design. People’s consumption of green product design is not caused by environmental concerns, but it is because the image which is constructed by the industry. At the same time, people also learn the messages conveyed through green design and show environment-friendly behavior. Thirdly, the process of commodification as discourse and lifestyle products starts from the discourse of green design that has become interesting commodity to industry . Various new products are created to meet the desires of the community to the environment conservation. The industry Embeds green design label to the products. Use value is not offered to the public any longer but sign value. A product has a high-value because it is made from unused materials, junk, or scrap. In addition, a product also has high-value for it needs simple workmanship, without the use of tools or materials that could cause damage to the environment
Kata Kunci : rustic wood, sign, komodifikasi