KARAKTERISTIK PEMANFAATAN RUANG TERBUKA DI PERKAMPUNGAN MALIOBORO KOTA YOGYAKARTA
YUVITA INDRIANI, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, M.A.; Widyasari Her Nugrahandika, ST., M.Sc.
2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahKawasan Malioboro sebagai bagian dari pusat ekonomi dan wisata Kota Yogyakarta mempengaruhi kampung-kampung yang berada disekitarnya sehingga tercipta karakteristik kampung yang berbeda-beda. Dalam penelitian ini, diambil tiga kampung dari Kawasan Malioboro sebagai lokasi penelitian yaitu Kampung Ketandan mewakili karakteristik perdagangan dan jasa, Kampung Sosrowijayan mewakili karakteristik wisata, dan Kampung Sosrodipuran mewakili karakteristik permukiman. Selain keunikan lokasi penelitian, penelitian ini merupakan penelitian yang berkontribusi menambah dan memperkuat teori ruang terbuka khususnya dalam konteks Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakteristik dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan ruang terbuka di Perkampungan Malioboro. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah induktif kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa pemanfaaatan ruang terbuka di Perkampungan Malioboro cenderung bergeser dan berkembang ke arah komersil. Pemanfaatan ruang terbuka di Kampung Ketandan, Kampung Sosrowijayan, dan Kampung Sosrodipuran memiliki persamaan dan perbedaan karakteristik. Persamaan karakteristik ketiga kampung tersebut adalah memiliki bentuk ruang terbuka yang spontan, organik, dan informal. Sedangkan perbedaan karakteristik pemanfaatan ruang terbuka tersebut adalah fleksibilitas pemanfaatan ruang terbuka yang memiliki motif yang berbeda-beda. Kampung Ketandan dan Kampung Sosrowijayan memiliki fleksibilitas pemanfaatan ruang terbuka kepada kepentingan ekonomi, sedangkan, Kampung Sosrodipuran memiliki fleksibilitas pemanfaatan ruang terbuka kepada kepentingan sosial. Sedangkan, faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan ruang terbuka di Perkampungan Malioboro adalah faktor adaptasi dan faktor toleransi keruangan. Penelitian ini menemukan bahwa karakteristik ruang terbuka di Kampung Ketandan, Kampung Sosrowijayan, dan Kampung Sosrodipuran saat ini belum termasuk ke dalam ruang ideal yang perlu dipertahankan. Meskipun kampung merupakan ruang yang unik dan khas dari Indonesia tetapi memiliki kondisi ruang terbuka yang belum memadai dan dapat menimbulkan tekanan lingkungan yang besar sehingga memerlukan perencanaan tata ruang di kampung pada masa mendatang yang memperhatikan keberadaan ruang terbuka sebagai ruang publik.
Malioboro area as part of the economic and tourist center of the city of Yogyakarta affect the kampung which are around so as to create the characteristics of the different kampung. In this study, taken three kampung of Malioboro as study sites namely Kampung Ketandan represent the characteristics of trade and services, Kampung Sosrowijayan represent tourist characteristics, and Kampung Sosrodipuran represent the characteristics of the settlement. In addition to the unique location of the study, this research is research that contributes to add and strengthen the theory of open space, especially in the context of Indonesia. Therefore, this study aimed to discover the characteristics and factors that affect the utilization of open space in the Village Malioboro. The approach used in this study is a qualitative inductive. This study found that the utilization of open space in the Kampung Malioboro tend to shift and evolve into commercial direction. Utilization of open space in the Kampung Ketandan, Kampung Sosrowijayan, and Kampung Sosrodipuran have similarities and differences in characteristics. The third characteristic equation of the village is having a spontaneous form of open space, organic, and informal. While the differences in the characteristics of the utilization of open space is open space utilization flexibility which have different motives. Kampung Ketandan and Kampung Sosrowijayan have the flexibility of open space utilization to economic interests, while, Kampung Sosrodipuran have the flexibility of utilization of open space to the social interest. Meanwhile, the factors that affect the utilization of open space in the Kampung Malioboro is a factor of adaptation and spatial tolerance factor. This study found that the characteristics of open space in the kampung Ketandan, Kampung Sosrowijayan, and Kampung Sosrodipuran not currently belong to the ideal space that needs to be maintained. Although the kampung is unique and distinctive space of Indonesia but have conditions that have not been adequate open space and can cause huge environmental pressures that require spatial planning in the kampung in the future that takes into account the existence of open space as public space.
Kata Kunci : pemanfaatan, ruang terbuka, kampung.