STRATEGI PENGURANGAN RISIKO GEMPABUMI BERBASIS KERENTANAN SOSIAL DAN PERSEPSI BENCANA DI KABUPATEN KLATEN PROVINSI JAWA TENGAH
MUHAMMAD MALTHUF, Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc; Dr. rer. nat. Djati Mardiatno, M.Si
2015 | Tesis | S2 MANAJEMEN BENCANAKecamatan Wedi dan Kecamatan Gantiwarno merupakan wilayah yang rawan gempabumi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi alternatif pengurangan risiko gempabumi berbasis kerentanan sosial dan persepsi bencana melalui identifikasi tingkat kerentanan sosial masyarakat dan persepsi masyarakat terhadap risiko gempabumi. Jenis penelitian ini yaitu penelitian survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel sebesar 100 responden yang diambil dengan rumus Slovin. Pengumpulan data menggunakan daftar pertanyaan terstruktur dan data sekunder bersumber dari instansi pemerintah. Teknik analisis yang digunakan dengan mendeskripsikan hasil wawancara kemudian didukung dengan tabulasi silang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penduduk di Kecamatan Wedi dan Kecamatan Gantiwarno berada pada tingkat kerentanan sosial sedang (52%) terhadap gempabumi. Hal ini dipengaruhi oleh rasio jenis kelamin yang rendah, tingkat jaringan sosial masyarakat yang rendah, sebagian besar responden memiliki pekerjaan yang tergolong pada sektor rentan, dan tingkat pendidikan yang tergolong masih rendah. Tingkat persepsi bencana penduduk di Kecamatan Wedi dan Kecamatan Gantiwarno tergolong sedang (59%). Hal ini dipengaruhi oleh kesadaran akan risiko bencana gempabumi masyarakat yang tinggi, akibat pengalaman bencana yang terjadi pada tahun 2006. Namun, masyarakat menilai peran pemerintah kurang bergitu maksimal. Strategi alternatif yang ditawarkan untuk mengurangi tingkat risiko bencana dari aspek kerentanan sosial dan persepsi bencana yaitu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aktivitas sosial, mengurangi tingkat kerentanan perempuan, mengurangi tingkat ketergantungan usia rentan, mengurangi tingkat kerentanan dari aspek jenis pekerjaan, mengurangi tingkat kerentanan penduduk difabel, meningkatkan peran pemerintah dalam mengurangi risiko bencana, peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap bencana gempabumi, dan penguatan informasi gempabumi.
Wedi and Gantiwarno Districts are the region which often affected by an earthquake. This study was conducted to determine the earthquake risk reduction alternative strategies based on social vulnerability and disaster perception through the identification of the level of vulnerability of social and community perceptions of the risk of earthquakes. This type of research is a survey research. The sampling technique using purposive sampling method. Total sample of 100 respondents drawn by Slovin formula. Collecting data using a structured questionnaire and secondary data sourced from government agencies. The analysis technique used to describe the results of interviews later supported by cross-tabulation. Research shows that residents in Wedi and Gantiwarno District are at the level of social vulnerability moderate (52%) of the earthquake. It is influenced by a low sex ratio, a low level of social networks, most of the respondents have a job classified to vulnerable sectors, and education levels are still relatively low. Level of disaster perception residents in Wedi and Gantiwarno District classified as moderate (59%). This is affected by the earthquake disaster risk awareness of high society, due to the disastrous experience that occurred in 2006. However, the public assess the role of government is less maximum. Alternative strategies to reduce disaster risk level of social and perceptual aspects of disaster vulnerability is increasing community involvement in social activities, reducing the vulnerability of women, reducing the vulnerable age dependency rate, reducing the vulnerability of the aspects of this type of work, reduce the vulnerability of people with disabilities, increasing government's role in disaster risk reduction, increase public knowledge of the earthquake disaster, and the strengthening of earthquake information.
Kata Kunci : gempabumi, kerentanan sosial, persepsi bencana, dan strategi alternatif.