Laporkan Masalah

PEREMPUAN “BARU” DALAM NOVEL CHICK LIT INDONESIA

FITRIA DYAH ANGGRAENI, Dr. Budiawan

2015 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan Media

Tesis ini terutama bertujuan untuk menemukan bagaimana karakter tokoh utama perempuan di dalam novel chick lit Indonesia. Untuk sampai pada tujuan penelitian ini, penelitian terlebih dahulu menguraikan mengenai sejarah munculnya chicklit di Inggris dengan latar belakang sosio kultural disana. Menggunakan metode analisis wacana kritis milik Norman Fairclough untuk membongkar data-data dalam novel chick lit Indonesia. Sebagai korpus penelitian, kajian ini mengambil tiga novel chick lit Indonesia, Cintapuccino dan Beauty Case karya Icha Rahmanti dan Jodoh Monica milik Alberthiene Endah. Data data tersebut dianalisis dengan proposisi Joan W. Scott untuk melihat identitas subyektif dari para tokoh utamanya.Selain itu juga digunakan teori-teori representasi milik Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para perempuan dalam novel chick lit Indonesia ini berusaha untuk melakukan negosiasi dengan wacana dominan tentang perempuan. Akan tetapi mereka tidak pernah sepenuhnya berhasil dalam hal ini.Upaya yang dilakukan untuk bernegosiasi dengan wacana yang mendominasi mereka adalah dengan memilih untuk menjadi perempuan pekerja dan hidup melajang.Praktik konsumsi yang mereka lakukan juga menjadi penegasan identitas mereka sebagai perempuan modern dan alat negosiasi mereka terhadap konstruksi sosial atas perempuan. Ambivalensi terjadi pada posisi ini, dimana para perempuan ini merayakan kelajangan mereka dengan mengonsumsi semua yang ditawarkan oleh modernitas akan tetapi dilain pihak mereka merasa harus kembali pada kodrat mereka sebagai perempuan yang tunduk pada norma-norma tradisional tentang menikah, menjadi istri dan ibu. Kepatuhan terhadap nilai-nilai tradisional ini memperlihatkan sulitnya mengubah konstruksi sosial tentang perempuan. Ideologi gender yang telah ada sekian lama dalam masyarakat membuat para perempuan ini tidak pernah bisa melihat alternatif lain dalam relasi dengan laki-laki selain sebuah pernikahan. Novel chick lit yang di Indonesia yang sepertinya penuh dengan semangat negosiasi terhadap wacana dominan akhirnya hanya sekedar menjadi bunga-bunga gerakan feminisme. Memberikan sedikit ruang untuk bermimpi tentang kehidupan perempuan urban. Kata Kunci : identitas, representasi, ambivalensi,analisis wacana, chick lit, negosiasi

This thesis is aimed to know how the main female character in Indonesian chick lit noveldescribed. Therefore, this thesis first explain the history of chick lit in UK and its socio cultural background .The method used to read the data on the Indonesian chick lit is Norman Fairclough‟s critical discourse analysis. The research took three Indonesian chick lit as the study corpus, they are ;Cintapuccino and Beauty Case by Icha Rahmanti and Jodoh Monica written by Alberthiene Endah . Afterward those data are analyzed by using Joan W. Scott proposition to find main character‟s subjective identity. It also used the theories of representation belongs to Stuart Hall . The results showed that the women in the Indonesian chick lit novel is trying to negotiate with the women domination issue. However they never really succeed in this. Their efforts to negotiate to this issue is by choosing to be a single working women. Their consumptive behavior is also as one of the identity statement as modern women and one of the negotiaton tool to the social construction over women. Ambivalence occurs in this position , in which these women celebrate their singleness to consume all that is offered by modernity but on the other hand they feel to be back on their nature as women are subject to traditional norms of marriage, being a wife and mother . Adherence to traditional values shows the difficulty of changing the social construction of women . Gender ideology that has existed for some time in the community make these women never get to see any other alternative in relation to men other than a wedding . Chick lit novel that in Indonesia, which seemed filled with the spirit of the negotiations with the dominant discourse eventually just become flowers feminist movement . Gives little space to dream about the life of urban women . Keywords : identity , representation , ambivalence , discourse analysis , chick lit , negotiation

Kata Kunci : identitas, representasi, ambivalensi,analisis wacana, chick lit, negosiasi; identity , representation , ambivalence , discourse analysis , chick lit , negotiation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.