Pengaruh Kecemasan dan Status Gizi Saat Masuk Terhadap Lama Rawat Inap Pasien Jantung di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro
EVA NURLINDAYANTI, Dr. Susetyowati, DCN, M.Kes.
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologi yang banyak dialami oleh seorang pasien di rumah sakit. Prevalensi kecemasan pada pasien gagal jantung sekitar 11-45%. Kecemasan pada penyakit jantung yang tidak teratasi ini dapat memberikan akibat buruk pada pasien seperti penurunan kualitas hidup pasien, peningkatan iskemik dan kejadian masuk rumah sakit berulang yang pada akhirnya akan meningkatkan mortalitas. Selain kecemasan, status gizi juga menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kesehatan pasien. Malnutrisi berhubungan dengan peningkatan kesakitan, komplikasi, lama rawat inap, terapi medis, dan biaya perawatan rumah sakit. Tujuan : Mengetahui pengaruh status kecemasan dan status gizi saat masuk terhadap lama rawat inp pada pasien jantung di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional dengan rancangan cohort prospective. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien jantung di RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro yang memenuhi kriteria inklusi, dengan kelompok terpapar adalah pasien jantung dengan kecemasan dan pasien jantung tanpa kecemasan sebagai kelompok tidak terpapar. Subyek penelitian berjumlah 70 orang. Status kecemasan diukur dengan menggunakan kuesioner HADS (Hospital Anxiety and Depression Scale) sedangkan status gizi diukur dengan lingkar lengan atas. Data dianalisis dengan uji chi-square dan uji regresi logistik. Hasil : Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara status kecemasan dengan lama rawat inap (p<0,05), subyek tanpa kecemasan cenderung memiliki lama rawat yang lebih pendek (RR=5,5). Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan lama rawat inap (p<0,05), subyek dengan status gizi baik cenderung memiliki lama rawat yang lebih pendek daripada subyek dengan status gizi kurang (RR=2,28). Hasil uji multivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara status kecemasan dengan lama rawat inap (p<0,05) dengan nilai OR=11,22. Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dan lama rawat inap, pasien tanpa kecemasan memiliki lama rawat yang lebih pendek daripada pasien jantung dengan kecemasan. Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan lama rawat inap, pasien jantung status gizi baik memiliki lama rawat yang lebih pendek daripada pasien jantung status gizi kurang. Kata kunci : Kecemasan, status gizi, lama rawat, pasien jantung
Background : Anxiety is one of the most common psychological problem occured in hospitality patient. The prevalence of anxiety in chronic heart failure patients among 11-45%. Anxiety in heart failure patients could worsening patient’s condition that lead to increased ischemic event, morbidity, negative effects on quality of life, and mortality. Despite anxiety, nutritional status is also one of the important thing in mantaining patient’s health. Malnutrition has association with increased morbidity, complication, length of stay, medical therapy, and hopital fees. Objectives : the objectives were to know the impact of nutritional status and anxiety to length of stay (LOS) in chronic heart failure patients at Jenderal Ahmad Yani General Hospital. Methods : This study is an observational quantitative study with cohort prospective design. Subjects are patients who filled the inclusive requirement, patiets with anxiety as exposed grup and patients without anxiety as nonexposed grup. The total number of the subjects are 70 person. Anxiety assessed with HADS (Hospital Anxiety and Depression Scale) meanwhile nutritional status assessed with upper-arm circumference. Data analyzed with chi-square and logistic regression test. Results : Bivariate test shown that there’s a significant association between anxiety and LOS (p<0.05), subjects without anxiety tend to have shorter LOS than subjects with anxiety (RR=5.5). There’s a significant association between nutritional status and LOS (p<0.05), subjects with normal nutritional status tend to have shorter LOS than subjects with undernutrition (RR=2.28). Multivariate test shown there’s an association between anxiety and LOS (p<0.05) with OR=11.22. Conclusions : There’s an association between anxiety and LOS, patients without anxiety had shorter LOS than patients with anxiety. There’s an association between nutritional status and LOS, patients with normal nutritional status had shorter LOS than undernutrition patients. Keywords : Anxiety, nutritional status, length of stay, heart failure patients
Kata Kunci : Kecemasan, status gizi, lama rawat, pasien jantung; Anxiety, nutritional status, length of stay, heart failure patients