HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PINGGANG, AKTIVITAS FISIK, KEBIASAAN MEROKOK DAN POLA KONSUMSI DENGAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA SMA DI DISTRIK ABEPURA KOTA JAYAPURA
NIA BUDHI ASTUTI, Dra. Yayi Suryo Prabandari M.Si, Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Hipertensi biasa disebut juga the silent killer, merupakan penyebab kematian terbanyak ke 2 di Indonesia (31,7%). Data Riskesdas 2007 menunjukkan prevalensi nasional hipertensi pada remaja usia 15 – 17 tahun adalah 8,4%, sedangkan prevalensi hipertensi untuk rentang usia 15 – 24 tahun di Papua sebesar 11,7%. Faktor risiko yang tidak dapat dikontrol/diubah adalah usia, jenis kelamin, ras/etnik dan genetika/keturunan, sedangkan faktor – faktor risiko hipertensi yang dapat dikontrol atau diubah adalah obesitas, konsumsi tinggi garam, konsumsi alkohol, konsumsi kafein, merokok, stres, dan kurang aktivitas fisik. Tujuan : Mengetahui hubungan antara lingkar pinggang, aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan pola konsumsi dengan tekanan darah pada remaja SMA. Metode penelitian : Penelitian studi observasional dengan rancangan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua siswa sekolah menengah atas (SMA) di Distrik Abepura Kota Jayapura. Penelitian dilakukan dari bulan April – Juni 2014 dengan sampel sebanyak 161 orang. Pengambilan sampel dengan proportional random sampling. Pengumpulan data lingkar pinggang dilakukan dengan melakukan pengukuran antropometri dan data aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan pola konsumsi menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji regresi logistik sederhana dan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian : Responden yang hipertensi sebanyak 22 orang (13,6%), prehipertensi 18 orang (11,2%) dan tekanan darah normal 121 orang (75,2%). Hasil uji statistik menunjukan ada hubungan antara lingkar pinggang dengan hipertensi (p = 0,01, OR = 4,1). Tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan hipertensi (p > 0,05). tidak ada hubungan antara merokok dengan hpertensi p value = 0,55. Ada hubungan antara frekuensi konsumsi fast food dengan prehipertensi (p = 0,03, OR = 3,44) dan ada hubungan antara frekuensi konsumsi natrium/makanan asin dengan prehipertensi (p = 0,03, OR = 3,89). Hasil uji multivariabel menunjukkan responden dengan lingkar pinggang lebih berisiko 9,67 kali terkena hipertensi dibandingkan dengan responden yang memiliki lingkar pinggang normal. Sedangkan responden laki – laki berisiko 8,31 kali terkena hipertensi dibandingkan dengan responden perempuan. Kesimpulan : Remaja yang memiliki lingkar pinggang lebih memiliki risiko hipertensi lebih besar dibandingkan dengan yang memiliki lingkar pinggang normal. Remaja laki – laki lebih berisiko hipetensi dibandingkan perempuan. Kata kunci : tekanan darah, lingkar pinggang, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, pola konsumsi dan remaja SMA
Background: Hypertension is known as silent killer disease, and become the second cause deaths in Indonesia (31.7%). Basic Health Survey 2007 data’s showed that national prevalence of hypertension in adolescents 15-17 years old was 8.4%, while in Papua the prevalence of hypertension in 15-24 years old was 11.7%. Hypertension among adolescent occur due to many factors, it cannot be controlled or modified such as age, sex, race / ethnicity and genetics / heredity, and can be controlled or changed such as obesity, high salt intake, alcohol consumption, caffeine consumption, smoking, stress, and lack of physical activity. Objective: This purpose of this study was to determine the relationship between waist circumference, physical activity, smoking habits and food patterns with high blood pressure in adolescents in Abepura District, Jayapura. Methods: This observational study used cross sectional design. Selected by proportional random sampling 161 senior high school student participated in Abepura District Jayapura. Data collected between April – Juni 20014 using a questionnaire were waist circumference measurement, physical activity, smoking habits and food patterns. Simple logistic regression and multiple logistic regression were used to analyze the data. Results: Respondents with hypertensi were 22 people (24.8%), prehypertensi were 18 people and normotensi were 121 people. There was relationship between waist circumference with hypertension (p = 0.01 and OR = 4,1). There was no association between physical activity, smoking habits and food paterns with hypertension (p > 0,05). There was relationship between the frequency of consumption of fast food with prehypertension (p = 0.03, OR = 3.44) and there was relationship between the frequency of consumption of sodium/salt foods with prehypertension (p = 0.03, OR = 3.89). Multivariate analysis showed that respondents with greater waist circumference had 9,67 times risk of hypertension compared with respondents who have normal waist circumference. Male had risk of hypertension 8,31 times more than female. Conclusion: The risk of being hypertension among adolescents who have greater waist circumference was more than who has normal waist circumference. Male adolescent has greater risk of hypertension than female. Keywords: blood pressure, waist circumference, physical activity, smoking habits, food patterns, high school student
Kata Kunci : tekanan darah, lingkar pinggang, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, pola konsumsi dan remaja SMA; blood pressure, waist circumference, physical activity, smoking habits, food patterns, high school student