Laporkan Masalah

PENGARUH PENERAPAN FALSAFAH JOGED MATARAM DALAM TARI KLASIK JAWA GAYA YOGYAKARTA TERHADAP REGULASI DIRI REMAJA VERSI SĔRAT WEDHARAGA

ANGGIASTRI HANANTYASARI UTAMI, Dr. Maria Goretti Adiyanti

2015 | Tesis | S2 Psikologi Profesi

Saat ini perkembangan kesehatan mental remaja menjadi satu topik yang cukup hangat diperbincangkan, tetapi banyak perkembangan pemahaman psikologi dari negara lain yang terkadang kurang dapat menjawab permasalahan yang ada di satu bangsa tertentu. Ajaran yang ada dalam Pitutur Luhur yakni Sérat Wedharaga memaparkan nilai-nilai dalam tata kehidupan remaja terkait dengan konsep regulasi diri sesuai dengan apa yang muncul dalam kehidupan masyarakat setempat. Konsep pembelajaran serupa mengenai kemampuan meregulasi diri terdapat pula dalam proses dan filosofi Tari Klasik Jawa Gaya Yogyakarta. Teknik penelitian eksperimen quasi dengan untreated control group design with dependent pretest and posttest samples digunakan untuk membuktikan adanya pengaruh Tari Klasik Jawa Gaya Yogyakarta pada regulasi diri remaja versi Sérat Wedharaga. Subjek penelitian penelitian ini adalah remaja dengan kategori remaja usia 18-24 tahun yang memiliki permasalahan dalam kemampuan meregulasi diri. Hasil penelitian menunjukkan hasil p = 0,001 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ini diterima dan menunjukkan bahwa Tari Klasik Jawa Gaya Yogyakarta memiliki pengaruh pada peningkatan kemampuan regulasi diri remaja. Keywords: Regulasi Diri, Serat Wedharaga, Tari Klasik Jawa Gaya Yogyakarta, Remaja, Kesehatan Mental

Self-regulation is one of the issues that appears as a serious problem among people in modern life. Inability to regulate oneself may influence many aspects of one’s life, which consequently brings impact on one’s mental health. Most teenagers needed a guidance to help them shape their perminent character, which meant developmental health issues became an actual topic. There is development in other’s psychological theory which is sometimes inappropriate to answer local problems. The values in Sérat Wedharaga show a concept that is correlated with self-regulated learning, which is more appropriate in the local area, especially in Java. A quasi-experimental method was used with an untreated control group design with dependent pretest and posttest samples which aimed to prove the influence of Javanese-Yogyakarta classical dance style’s philosophy (Joged Mataram) on youth’s self-regulation by Sérat Wedharaga. The participant categorized by 18-24 years old teenagers who had self-regulation difficulties and abilities. The result provided the p = .001 (p < .05). According to the result, this research concluded that there was an indication that practicing Javanese-Yogyakarta classical dance style with its philosophy was able to increase selfregulation. Keywords: Self-regulation, Sérat Wedharaga, Javanese-Yogyakarta classical dance, Teenagers, Mental Health

Kata Kunci : Self-regulation, Sérat Wedharaga, Javanese-Yogyakarta classical dance, Teenagers, Mental Health; Regulasi Diri, Serat Wedharaga, Tari Klasik Jawa Gaya Yogyakarta, Remaja, Kesehatan Mental


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.