Laporkan Masalah

EVALUASI KUALITATIF PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE “GYSSENS” DI RUANG RAWAT INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA

FRANSISCA YOVITA DEWI, S.SI.,APT., Prof. Dr. Djoko Wahyono, SU., Apt.

2015 | Tesis | S2 Magister Farmasi Klinik

Resistensi bakteri terhadap antimikroba telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia, dengan berbagai dampak yang merugikan sehingga dapat menurunkan mutu pelayanan kesehatan. Pertumbuhan dan perkembangan resistensi antimikroba terjadi karena proses seleksi yang berkaitan dengan penggunaan dan penyebaran antibiotik. Proses seleksi dapat dihambat dengan cara meningkatkan penggunaan antibiotik secara bijaksana, sedangkan proses penyebaran dapat dihambat dengan cara melaksanakan pengendalian infeksi (standard precaution) secara benar. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi beberapa masalah yang terkait dengan penggunaan antibiotik pada pasien rawat intensif yakni pada Ruang Rawat ICU RSUD Dr. Moewardi Surakarta periode Maret – Juli 2014. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional yang dilakukan secara retrospektif melalui pengambilan data rekam medik di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Semua pasien yang menggunakan antibiotik dan memenuhi kriteria inklusi, di ruang rawat ICU, akan dievaluasi penggunaan antibiotik secara kualitatif dengan metode “Gyssens”. Sejumlah 81 rekam medik yang diambil data penggunaan antibiotik, terdapat 205 regimen peresepan antibiotik, untuk berbagai kasus. Untuk pemakaian antibiotik yang kurang tepat (kategori I-V); adalah pemakaian antibiotik tanpa adanya indikasi, kategori V sebesar 18,75%; ada antibiotik lain yang lebih efektif, kategori IV a sebesar 38,24%; durasi antibiotik yang terlalu lama, kategori III a sebesar 25,74%; durasi antibiotik yang terlalu singkat, kategori III b sebesar 3,31%; dosis antibiotik yang kurang tepat, kategori II a sebesar 0,74%; interval pemberian antibiotik yang kurang tepat, kategori II b sebesar 1,84%; sesuai dengan kriteria “Gyssens”. Sedangkan kriteria “Gyssens”, pemakaian antibiotik di ICU yang sudah tepat (kategori 0) sebanyak 11,40%. Kata kunci: evaluasi kualitatif antibiotik, Metode “Gyssens”, resistensi bakteri, intensive care unit

Bacterial resistance to antimicrobials has become a global health problem, with a variety of adverse effects that can degrade the quality of public health care. The growth and development of antimicrobial resistance occurs because of the selection process which related to the use and dissemination of antibiotics. The selection process can be inhibited by increasing the use of antibiotics wisely, while the speading process can be inhibited by implementing infection control (standard precautions) correctly. This study specifically aimed to analyze and evaluate some problems associated with the use of antibiotics of the patients in the intensive care unit of Dr. Moewardi Hospital of Surakarta, started from March to July, 2014. This study was an observational study with cross sectional descriptical retrospectively through medical record data retrieval in Dr Moewardi Hospital Surakarta. All patients which used antibiotics and met the inclusion criteria in the ICU, will be evaluated qualitatively by \\"Gyssens\\" method. The use of Antibiotics’ data were collected from 81 medical records and there were 205 episodes of antibiotic prescribing, for various cases. For the criteria of improper usage of antibiotics (I to V category); there was the use of antibiotics in the absence of any indication, the V category was 18,75%; there were another antibiotics which are more effective , the IV a category was 38,24%; the long duration of antibiotic, the IIIa category was 25,74%; the short duration of antibiotics, the III b category was 3,31%; inappropriate dose of antibiotics, the IIa category was 0,74%; inappropriate administration interrval of antibiotics, the II b category was 1,84%; all the results were according to the \\"Gyssens” criteria and the proper usage of antibiotics in the ICU (0 category ) was only 11,40%. Keywords: qualitative evaluation of antibiotics, \\"Gyssens\\" Method, bacterial resistance, intensive care unit

Kata Kunci : evaluasi kualitatif antibiotik, Metode “Gyssens”, resistensi bakteri, intensive care unit; qualitative evaluation of antibiotics, \


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.