UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PELAJAR SMA MUHAMMADIYAH 1 YOGYA DALAM EVALUASI IKLAN OBAT MELALUI CEMA-COMMUNITY
Ima Fitria Lestari, Dr. dra. Chairun Wiedyaningsih.,M.Kes.,M.App.Sc.,Apt; Dra.I.M.Sunarsih,SU.,Apt
2015 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Obat bebas digunakan secara luas dalam pengobatan sendiri oleh remaja dan terjadi peningkatan seiring pertambahan usia. Namun beberapa penelitian menemukan bahwa remaja dan dewasa tidak melakukan pengobatan sendiri secara benar. Informasi yang berasal dari iklan obat sangat mempengaruhi keputusan dalam pemilihan dan penggunaan obat dalam pengobatan sendiri. Iklan obat yang beredar di masyarakat harus dapat membantu dalam pemilihan dan penggunaan obat secara rasional. Wiedyaningsih dkk., (2009) telah menemukan suatu metode yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu penggerak PKK dalam evaluasi iklan obat di kotamadya Yogyakarta. Metode ini dinamakan CEMA-Community yaitu evaluasi kritis iklan obat melalui pemberdayaan komunitas. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Satu Yogyakarta dalam mengevaluasi iklan obat. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan pre and post intervention with control group dengan intervensi CEMA-Community. Intervensi CEMA-Community terdiri dari dua sesi yaitu sesi pertama berupa penyuluhan dan sesi kedua diskusi kelompok berbasis pendekatan masalah dengan pemutaran tayangan iklan melalui media audiovisual dan lembaran laminating iklan obat dari media cetak. Data pengetahuan diperoleh dari kuesioner. Data keterampilan diperoleh dari temuan responden tentang ketidaksesuaian iklan dengan peraturan yang berlaku. Efektivitas CEMACommunity dilihat dari signifikansi peningkatan pengetahuan dan keterampilan setelah dilakukan intervensi. Hasil Penelitian: Pengetahuan dan keterampilan kelompok intervensi meningkat secara signifikan (Wilcoxson,p<0,05). Nilai pengetahuan kelompok intervensi sebelum, sesaat dan 2, 4 minggu setelah intervensi secara berturut-turut adalah (means: 13.26±1.45; 17.13±1.44; 17.32±2.19; 18.11±1.29) meningkat secara signifikan (MannWhitney,p<0.05) dibandingkan kelompok kontrol means secara berurutan adalah (means: 13.62±1.68; 13.85±2.62; 14.28±2.53; 14.55±2.59). Nilai keterampilan sebelum, sesaat dan 2, 4 minggu setelah intervensi (means: 4.53±4.09; 6.79±4.95; 10.15±2.96; 14.64±2.72) juga meningkat secara signifikan (MannWhitney,p<0,05) dibandingkan dengan kelompok kontrol (means: 3.38±3.89; 3.91±3.53; 4.23±3.24; 5.02±2.72). Temuan peserta dalam kegiatan evaluasi iklan obat antara lain masalah spot peringatan, masalah pemberian informasi, masalah informasi industri, masalah efek samping dan kontraindikasi. Kesimpulan: CEMA-Community efektif untuk meningkatkan pengetahuan pelajar SMA Muhammadiyah 1 Yogya dalam evaluasi iklan obat. Kata Kunci: Pengetahuan, Keterampilan, CEMA-Community, Pemberdayaan komunitas, Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Background: Self-medication with non prescription medicine are available widely began in adolescents and increased with age. However, some studies have found that adolescents and adults are not doing self-medication correctly. Medicine advertisement to the community should help people to make rational decision on the use of medicine. Wiedyaningsih dkk., (2009) has found method to improve knowledge and skills of family welfare movement organization (PKK) at Yogyakarta, it called as Critical Evaluation on Medicine Advertisement by The Community (CEMA-Community). CEMA-Community was a strategy that may empower community in evaluating medicine advertisements. Objectives: Improve knowledge and skills of senior high-school students in Muhammadiyah Satu Yogyakarta to evaluated medicine advertisement. Methods: The study utilized in a quasi-experimental with pre and post intervention control group design with CEMA-Community intervention. CEMACommunity intervention consist of two session. The first was a brief lecture and the second was small group discussion using print and audiovisual medicine advertisement in problems oriented approached. Data on knowledge was obtained by questionairres. Data on skills was assessed by number in appropriated claims they could identify medicine advertisement. Effectiveness of approach was shown by the significance of increasing level knowledge and skill after intervention. Results: Participant knowledge and skills in CEMA-Community group increased significantly (Wilcoxon test,P<0.05). Score of knowledge in the CEMACommunity group before, right and 2, 4 weeks after intervention (means: 13.26±1.45; 17.13±1.44; 17.32±2.19; 18.11±1.29, respectively) improved significantly (Mann Whitney,P<0.05) as compared to control group (means: 13.62±1.68; 13.85±2.62; 14.28±2.53; 14.55±2.59, respectively). At the same time point score of skills CEMA-Community group (means: 4.53±4.09; 6.79±4.95; 10.15±2.96; 14.64±2.72, respectively) also improved significantly (Mann Whitney, P<0.05) as compared to control group (means: 3.38±3.89; 3.91±3.53; 4.23±3.24; 5.02±2.72, respectively). Conclusion: CEMA-Community effectively to improve Yogyakarta Muhammadiyah Satu Student Knowledge and Skills in evaluating medicine advertisement. Keywords : Knowledge, Skills, CEMA-Community, Community empowerment, Yogyakarta Muhammadiyah 1 High-school Student
Kata Kunci : Pengetahuan, Keterampilan, CEMA-Community, Pemberdayaan komunitas, Pelajar SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta; Knowledge, Skills, CEMA-Community, Community empowerment, Yogyakarta Muhammadiyah 1 High-school Student