Efek Vitreous Gel Mata Sapi Terhadap Viabilitas Selular, Deposisi Kolagen dan Migrasi Fibroblas Tua (Suatu Upaya Penyembuhan Ulkus Kronis)
SANSAN, Dr.dr.Yohanes Widodo Wirohadidjojo, SpKK(K); dr.Muhammad Eko Irawanto, SpKK
2015 | Tesis | SP ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINLatar Belakang: Ulkus kronis melibatkan penuaan dini sel fibroblas sehingga sulit untuk sembuh. Fibroblas tua mengalami penurunan kemampuan berproliferasi, bermigrasi dan mensintesis kolagen karena tidak berespon terhadap stimulasi transforming growth factor-beta1 (TGF-beta1). Peningkatan kekuatan mekanik matriks ekstraselular dengan injeksi hyaluronic acid (HA) dapat mengembalikan fungsi fibroblas. Vitreous gel mata sapi merupakan sumber HA yang tinggi dan mudah didapatkan. Tujuan: Menguji kemampuan vitreous gel mata sapi dalam meningkatkan aktivitas fibroblas kulit manusia yang dibuat menua secara artifisial. Metode: Dengan rancangan eksperimental, fibroblas manusia passage 4 dari kulit preputium 6 anak berusia 11 sampai 13 tahun dibuat berpasangan dan dibagi menjadi 2 kelompok: kelompok I yaitu fibroblas normal/tanpa puasa dan kelompok II yaitu fibroblas yang dipuasakan 24 jam dan diberikan vitreous gel mata sapi 50%, 25% 12,5% serta HA 0,0625 mg/ml sebagai kontrol positif. Setelah perlakuan, dilakukan pengukuran indeks proliferasi, deposisi kolagen serta migrasi sel. Hasil: Biakan sel fibroblas tua dalam vitreous gel mata sapi 50% menunjukkan peningkatan indeks proliferasi, deposisi kolagen serta migrasi sel yang signifikan (p<0,05) dibandingkan kontrol. Pada kadar 25%, vitreous gel mata sapi dapat meningkatkan indeks proliferasi dan migrasi fibroblas tua secara bermakna (p<0,05) namun tidak dapat meningkatkan deposisi kolagen lebih baik dibandingkan kontrol (p>0,05). Vitreous gel mata sapi 12,5% tidak dapat meningkatkan indeks proliferasi, deposisi kolagen maupun migrasi sel fibroblas tua secara bermakna (p>0,05). Indeks proliferasi, deposisi kolagen dan migrasi fibroblas tua dalam vitreous gel mata sapi 50% berturut turut adalah: 5,09 + 3,47; 0,109 + 0,026 DO; 46,12 + 12,37%. Simpulan: Vitreous gel mata sapi terbukti dapat meningkatkan proliferasi sel, deposisi kolagen serta migrasi fibroblas tua secara signifikan. Saran: Temuan ini dapat dijadikan sebagai dasar rancangan uji in vivo dan uji klinis tersamar ganda untuk menilai efektivitas vitreous gel mata sapi yang diberikan secara topikal pada proses penyembuhan ulkus kronis.
Background: Chronic ulcers involved premature aging of fibroblasts thus difficult to be healed. Senescent fibroblasts have diminished ability in proliferation, migration and collagen synthesis due to unresponsive of transforming growth factor-beta1 (TGF-beta1) stimulation. Enhancement of extracellular matrix mechanical force with hyaluronic acid (HA) injection improved fibroblasts functions. Bovine vitreous gel (BVG) was a high HA source and accessible. Objective: To determine BVG ability in order to improve artificial senescent fibroblasts activities. Method: By experimental design, human dermal fibroblasts passage 4 cultivated from 6 boy foreskins (11 sampai 13 years old) were paired and divided into two groups: Group I was normal fibroblasts without fasting, Group II was 24 hours fasting fibroblasts which then treated with 50%, 25%, 12.5% BVG and 0.0625 mg/ml HA as positive control. After treatments, the proliferation index, collagen deposition and migration rate were analyzed. Result: Cultivation of senescent fibroblasts in 50% BVG showed significant (p<0.05) elevation in proliferation index, collagen deposition and migration rate compared to negative control. In 25% concentration, BVG could increase proliferation and migration rates significantly (p<0.05), but could not enhance collagen deposition significantly better than control (p>0.05). In 12.5% concentration, BVG could not increase proliferation index, collagen deposition and migration rate significantly (p>0.05). Proliferation index, collagen deposition and migration rate of senescent fibroblasts in 50% BVG were: 5.09 + 3.47; 0.109 + 0.026 OD; 46.12 + 12.37%, respectively. Conclusion: Bovine vitreous gel could improve proliferation rate, collagen deposition and migration rate of senescent fibroblasts significantly. Suggestion: These findings could be used as an underlying knowledge in developing in vivo and randomized clinical trial study to analyze bovine vitreous gel effectivity topically used in chronic ulcer healing process.
Kata Kunci : bovine vitreous gel, chronic ulcers, collagen deposition, hyaluronic acid, deposisi kolagen, fibroblas tua, hyaluronic acid, kekuatan mekanik, migrasi, proliferasi, ulkus kronis, vitreous gel mata sapi, mechanical force, migration, proliferation