Laporkan Masalah

Advokasi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dalam Revisi UU ITE tentang Pasal Pencemaran Nama Baik (Studi Kasus Advokasi oleh Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Tahun 2009 – Februari 2014)

INNEKE RIZKA NANDA, Dr. Phil. Ana Nadhya Abrar, M.E.S.; Rahayu, SIP., M.Si., M.A.

2015 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Pasal – pasal pencemaran nama baik dalam Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dianggap meresahkan dan tidak adil karena menekan kebebasan berpendapat. Berangkat dari permasalahan Prita Mulyasari pada tahun 2009, pasal pencemaran nama baik ini kemudian menelan korban yang lain. Lembaga studi dan advokasi masyarakat (Elsam) pun melakukan advokasi yang bertujuan untuk perubahan kebijakan, yaitu revisi Undang – Undang ITE. Berdasarkan hal tersebut, dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut “Bagaimana advokasi kebijakan yang dilakukan oleh Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dalam revisi Undang - Undang ITE pasal pencemaran nama baik?” Melalui metode studi kasus, penelitian ini berupaya menjabarkan strategi advokasi yang dilakukan oleh Elsam. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa strategi advokasi Elsam dibedakan menjadi dua yaitu secara litigasi dan nonlitigasi. Secara litigasi, Elsam mengajukan judicial review dan membuat amicus curiae. Sementara secara non-litigasi, strategi Elsam dibagi lagi menjadi empat bagian, yaitu membangun aliansi atau kerjasama; strategi edukasi berupa media alternatif, diskusi publik, survey, dan FGD; srategi persuasi seperti komunikasi kasus ke publik, memantau perkembangan kasus, dan lobi kepada pemerintah dan bisnis; strategi kontestasi atau perlawanan dilakukan dengan mengeluarkan pernyataan pers. Dan evaluasi merupakan langkah akhir dari kegiatan advokasi yang dilakukan oleh Elsam. Rekomendasi berdasarkan hasil temuan yaitu diperlukan penguatan dari sisi publik, lebih sering diadakan duduk bersama antara pemerintah, pengambil keputusan, organisasi masyarakat sipil, sektor bisnis, dan perwakilan publik untuk bertukar pendapat, dan perlu adanya evaluasi advokasi secara rutin. Kata kunci : advokasi, organisasi masyarakat sipil, strategi advokasi litigasi dan non-litigasi, UU ITE

The defamation articles within the Law of Electronic Information and Transactions are considered troubling and unfair since the Law suppresses the freedom of delivering opinion. Started from Prita Mulyasari case in 2009, the defamation articles , then, claimed other victim. The Institute for Policy Research and Advocacy (abbreviated Elsam) performed an advocacy for policy modification, which is the revision of the Law of Electronic Information and Transactions. Based on that fact, it can be concl u ded as “How the po licy advocacy performed by Citizen Organization (abbreviated OMS) in defamation articles with in the Law of Electro nic Information and Tran sactio ns’ revisio n?” Throu gh case stu dy method, this research is trying to explain the advocacy str ategy performed by Elsam. The result of this research shows that the advocacy strategy of Elsam is grouped into two groups which are litigation and non-litigation. By litigation, Elsam proposed a judicial review and made amicus curiae, meanwhile by non-litigation, Elsam strategy is divided again into four parts, which are: building alliance or cooperation, education strategy in the form of alternatives media, public discussion, survey, and FGD; persuasion strategy such as case communication to public, monitoring case development, and lobbying government and business; opposition strategy by issuing press statement, and evaluation is the last step of advocacy activities performed by Elsam. The recommendation based on the finding is that public encouragement is needed; discussion among government, decision maker, citizen organization, business sector, and public representation must be held more often to share opinion; monitoring for all advocacy activities is needed; routine advocacy evaluation is needed; and focus on giving policy recommendation is expected. Key words: advocacy, citizen organization, litigation and non-litigation advocacy strategies, The Law of Electronic Information and Transactions

Kata Kunci : advokasi, organisasi masyarakat sipil, strategi advokasi litigasi dan non-litigasi, UU ITE; advocacy, citizen organization, litigation and non-litigation advocacy strategies, The Law of Electronic Information and Transactions


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.