EVALUASI PENATAAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH: Studi Kasus : Program Peremajaan Kawasan Tegalpanggung di Kota Yogyakarta
BANI PUTRI YULIANTI, Prof. Dr. H. Hadi Sabari Yunus, M.A. DRS; Prof. Ir. Bakti Setiawan M.A. Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganPeningkatan jumlah penduduk pada wilayah Kota Yogyakarta menimbulkan semakin banyak permasalahan permukiman yang ditimbulkan. Permukiman kumuh merupakan salah satu permasalahan permukiman yang ada di Kelurahan Tegalpanggung Kota Yogyakarta. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut maka pemerintah Kota Yogyakarta menata dan meremajakan kembali prasarana lingkungan kawasan yang berada di bantaran sungai Code termasuk di permukiman kumuh Tegalpanggung yang sudah terbentuk secara organis dalam waktu yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kondisi lingkungan sebelum dan pasca penataan kawasan di daerah Tegalpanggung dan menganalisa keberhasilan terhadap program penataan kawasan Tegalpanggung menurut persepsi masyarakat setempat. Pengumpulan data penelitian menggunakan metode survey dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) kepada 40 responden. Penentuan sampel digunakan metode penelitian sampling (sampling method), dengan jenis teknik sampling yang digunakan adalah pengambilan sampel secara acak (random sampling). Dalam melakukan analisis terhadap dampak relokasi digunakan metode before after comparation, untuk mengetahui perubahan yang terjadi. Hasil data selanjutnya dilakukan pengolahan secara metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dengan analisis tersebut maka dapat diketahui tingkat signifikasi perubahan yang terjadi setelah program peremajaan yang dilakukan di Kelurahan Tegalpanggung. Hasil penelitian menunjukkan Kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan program Penataan dan Peremajaan Prasarana Lingkungan Permukiman Tegalpanggung adalah sebesar 56% yang berarti masyarakat menyatakan cukup puas terhadap program ini berarti menunjukkan bahwa program penataan dan peremajaan prasarana lingkungan cukup berhasil dalam memberikan nilai kepuasan terhadap masyarakat. Dari aspek sarana dan prasarana (menurut kriteria kawasan kumuh oleh Departemen PU, 2007) dapat disimpulkan sebagian besar kondisi prasarana lingkungan yang ada termasuk dalam kategori kumuh sedang Kata Kunci: Tegalpanggung, Permukiman Kumuh, Peremajaan, Evaluasi, Prasarana, Keberhasilan.
The increasing population in Yogyakarta region leads to more settlement problems. Slum settlement that was one of the problems in urban villages Tegalpanggung Yogyakarta City. In an effort to overcome the problems the government of the city of Yogyakarta reorganize and rejuvenate back environmental infrastructure which is located along the river Code including slum settlement Tegalpanggung that had been formed in organists in a long time. The purpose of this study is to analyze the environmental conditions before and after arrangement in the region Tegalpanggung and analyze the success of the restructuring program Tegalpanggung region according to public perception Research data collection using survey method using a questionnaire (questionnaire) to 40 respondents. The samples used research methods of sampling (sampling method), the type of sampling technique used is random sampling (random sampling). In an analysis of the impact of relocation used before after comparation method, to determine the changes that occur. Results of subsequent data processing performed by the method of qualitative and quantitative descriptive analysis. With this analysis it can be seen that the level of significance of the changes occurred after rejuvenation program conducted in the Village Tegalpanggung. The results showed public satisfaction on the implementation of the Setup program and Environmental Infrastructure Upgrades Tegalpanggung settlements amounted to 56%, which means people said they were quite satisfied this means indicates that the Setup program and environmental infrastructure rejuvenation quite successful in delivering value to the satisfaction of the community. From the aspect of infrastructure (according to the criteria of slum areas by the Department PU, 2007) can be summed up most of the infrastructure of the existing environmental conditions are included in the category of being rundown Keywords : Tegalpanggung, Slum Settlement, Urban Renewal, Evaluation, Revitalization, Infrastructure, Success
Kata Kunci : Tegalpanggung, Permukiman Kumuh, Peremajaan, Evaluasi, Prasarana, Keberhasilan; Tegalpanggung, Slum Settlement, Urban Renewal, Evaluation, Revitalization, Infrastructure, Success