DAMPAK METODE EXPERIENTIAL LEARNING DALAM KEGIATAN OPTIMALISASI PEMANFAATAN PEKARANGAN MELALUI KONSEP KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) DI KABUPATEN KULON PROGO
SRI KUNING RETNO D, Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, MS.; Dr. Ir. P. Wiryono. P., M.Sc.
2015 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi PembangunanPercepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) merupakan program peningkatan diversifikasi pangan dengan tujuan untuk meningkatkan keanekaragaman pangan sesuai dengan karakteristik wilayah. Program P2KP diimplementasikan melalui beberapa kegiatan, yan g salah satunya adalah optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Kegiatan ini dilakukan dengan upaya pemberdayaan wanita untuk mengoptimalkan manfaat pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji proses experiential learning yang dilakukan oleh anggota kelompok wanita tani 2) mengkaji pengetahuan, sikap, keterampilan, dan perilaku anggota kelompok wanita tani setelah mengikuti experiential learning 3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku anggota kelompok wanita tani setelah mengikuti experiential learning 4) mengkaji dampak yang dirasakan anggota kelompok wanita tani setelah mengikuti experiential learning. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 anggota kelompok wanita tani dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses experiential learning yang dilakukan oleh anggota kelompok wanita tani mengikuti tahapan experiencing (mengalami), publishing (memberitahukan), processing (pengolahan), generalizing (generalisasi), dan applying (menerapkan). Hasil proses experiential learning adalah: 1) pengetahuan anggota kelompok wanita tani berada dalam kategori sedang artinya anggota telah cukup mengetahui tentang kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan, 2) sikap anggota kelompok wanita tani berada dalam kategori ragu-ragu artinya anggota ragu-ragu untuk mengikuti semua kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan, 3) keterampilan anggota kelompok wanita tani berada dalam kategori sedang artinya bahwa anggota telah cukup mampu melakukan berbagai kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan, 4) perilaku anggota kelompok wanita tani berada dalam kategori kadang-kadang artinya anggota kadang-kadang melakukan kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku anggota dalam kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan adalah keterampilan, motivasi, konsep diri, luas lahan pekarangan, dan peran pendamping. Dampak yang dirasakan anggota kelompok wanita tani dari segi ekologi yaitu wilayah tempat tinggal menjadi lebih ramah lingkungan, dari segi ekonomi yaitu sedikit mengurangi pengeluaran harian dan menambah pendapatan keluarga, serta dari segi sosial yaitu dapat memperat hubungan atau interaksi baik antar anggota keluarga, anggota kelompok wanita tani, maupun masyarakat sekitar. Kata kunci : experiential learning, pekarangan, KRPL
Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) is a diversified food improvement program aims at increasing the diversity of food according to the characteristics of the region. P2KP program is implemented through several activities; the optimization of utilization of the home garden through the concept of Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). This activity is carried out by women's empowerment efforts to optimize the benefits of home garden as the source of food. The main target in this activity are all member of women farmers group (Kelompok Wanita Tani-KWT) This research aims at: 1) Examining the process of experiential learning that is conducted by KWT members, 2) Examining the knowledge, attitude, skill , and behavior of KWT members after following experiential learning, 3) Analyzing factors that influence behavior of KWT members after following experiential learning, 4) Examining the impact of a perceived KWT members after following experiential learning. The samples in this research are 120 person and sampling technique is done with simple random sampling. The basic method used in this field research is mix method, by using a concurrent triangulation strategy. The results showed that the process of experiential learning that is conducted by KWT members follow the stage of experiencing, publishing, processing, generalizing, and applying. Experiential learning process results are : 1) Knowledge of KWT members is in middle category which means KWT members is sufficient to know about the activities in optimizing the utilization of the home garden, 2) Attitude of KWT members is in doubtful category which means that KWT members hesitate to follow all activities of optimizing the utilization of the home garden, 3) Skill of KWT members is in middle category which means that KWT members is sufficient to do various activities in optimizing the utilization of the home garden, 4) Behavior of the KWT members is in a category sometimes which means that KWT members sometimes doing activities of optimizing the utilization of the home garden. Factors that affect the behavior of KWT members in the activities of optimizing the utilization of the home garden are skill, motivation, self -concept, lawns fields of home garden, and the role of facilitator. The impact of a perceived KWT members in terms of ecology is residential areas become more environmentally friendly, in terms of economic is a bit reducing daily expenses and increasing family income, and in term of social is able to strengthen good relationship or interaction between family members, KWT members, as well as the surrounding community. Key Word : Experiential Learning, Home Garden, KRPL
Kata Kunci : experiential learning, pekarangan, KRPL; Experiential Learning, Home Garde