Laporkan Masalah

Profitabilitas dan Efisiensi Usahatani Bawang Merah di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Nganjuk

MUHAMMAD FAUZAN, Prof. Dr. Ir. Masyhuri; Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, MP

2015 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profitabilitas usahatani bawang merah, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah, dan mengetahui tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi usahatani bawang merah di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini mengggunakan data primer hasil survei pada 60 petani responden dengan menggunakan kuisioner yang telah dirancang sesuai dengan tujuan penelitian. Gross margin, keuntungan, return on capital invested, operating ratio, gross ratio dan fungsi produksi frontier stokastik digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani bawang merah di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Nganjuk menguntungkan untuk dijalankan dengan pendapatan masing-masing sebesar Rp 13.769.560,88/ha dan Rp 44.277.950,52 serta keuntungan masing-masing sebesar Rp 8.643.104,00/ha dan Rp 37.754.645,00/ha. Perbedaan yang cukup signifikan antara pendapatan dan keuntungan usahatani bawang merah di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Nganjuk disebabkan karena adanya perbedaan musim tanam di dua lokasi tersebut. Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap produksi bawang merah adalah luas lahan, benih, pupuk SP-36, insektisida, tenaga kerja, dan lokasi. Rata-rata tingkat efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi petani bawang merah di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Nganjuk masing-masing adalah 0,918; 0,799; 0,721 dan 0,870; 0,877; 0,757. Dengan hasil ini, petani masih dapat meningkatkan efisiensi teknis dan efisiensi alokatif guna mencapai kondisi efisien secara ekonomi.

This study aims to evaluate the profitability of shallot farmers, to determine the factors influencing shallot production, and to determine the level of technical, allocative, and economic efficiency of shallot farmers in Brebes and Nganjuk Regencies. The primary data used for the study obtained using structured questionnaire administered to 60 selected farmers. Gross margin, profit, return on capital invested, operating ratio, gross ratio and stochastic frontier production function were used to analyze the data. The result showed that shallot farming in Brebes and Nganjuk Regencies were profitable with incomes of Rp. 13.769.560,88/ha and Rp. 44.277.950,52 respectively and profits of Rp. 8.643.104,00/ha and Rp. 37.754.645,00/ha respectively. Significant differences of income and profit between the Regencies were due to planting season differences in the two locations. The significant influential factors to shallot production were land width, seedling, SP-36 fertilizer, insecticides, manpower, and locations. The average technical, allocative, and economical efficiency levels of shallot farmers in Brebes and Nganjuk Regencies were as follows: 0,918; 0,799; 0,721 and 0,870; 0,877; 0,757. With this result, farmers can still increase their technical efficiency and allocative efficiency to achieve an economically efficient condition.

Kata Kunci : bawang merah, efisiensi, pendapatan, keuntungan, profitabilitas

  1. S2-2015-336620-abstract.pdf  
  2. S2-2015-336620-bibliography.pdf  
  3. S2-2015-336620-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2015-336620-title.pdf