Laporkan Masalah

TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DAN PEMBERDAYAAN AKSES INFORMASI PEREMPUAN (Studi pada UKM di Jaringan Perempuan Usaha Kecil Bantul Dan Koperasi Wanita Setara Klaten )

NADLROTUSSARIROH, Prof. Dr. Partini SU

2015 | Tesis | S2 Manajemen Informasi dan Perpustakaan

Keberadaan teknologi informasi kini telah merambah pada seluruh aspek kehidupan manusia tanpa memandang usia penggunanya. Keberadaan informasi menjadi sebuah keniscayaan bagi setiap orang di era sekarang ini. Berbekal informasi, setiap orang dapat menangkap beragam peluang yang dapat digunakan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Informasi kini semakin mudah didapatkan dengan adanya akses internet. Dalam hitungan menit bahkan detik sekalipun, informasi sudah dapat diperoleh oleh setiap orang. Disadari atau tidak, keberadaan teknologi informasi dan adanya akses internet telah membawa angin segar bagi dunia bisnis. Melalui teknologi informasi, telah banyak para pelaku usaha yang dapat memperluas jaringan pemasaran produknya tidak hanya pada level lokal, tetapi juga nasional, bahkan internasional. Ironisnya, meski teknologi informasi mempunyai manfaat besar bagi pengembangan dunia usaha, fakta di lapangan menujukkan bahwa pengguna teknologi informasi lebih didominasi kaum lakilaki. Padahal, jika dilihat lebih jauh lagi, banyak kaum perempuan yang menjadi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Dari sini, peneliti melakukan penelitian dengan judul Teknologi Informasi Komunikasi Dan Pemberdayaan Akses Informasi Perempuan (Studi di UKM Jarpuk Bantul dan Kopwan Setara Klaten). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Sejauh mana teknologi informasi komunikasi (TIK) dapat memberdayakan akses informasi perempuan terutama pada pengembangan usaha kecil dan menengah, dan 2) Faktor pendukung dan penghambat apa saja yang mempengaruhi penggunaan atau pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pengembangan usaha kecil dan menengah tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan dalam rumusan masalah tersebut. Penelitian ini termasuk dalam penelitian field research dengan menggunakan metode deskriptif- Kualitatif dan dengan pendekatan deskriptifanalisis. Lokasi penelitian bertempat di Jaringan Perempuan Usaha Kecil (Jarpuk) Bantul Yogyakarta dan Koperasi Wanita (Kopwan) Setara, Klaten. Teknik pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, wawancara, dan Forum Group Discussion (FGD). Kemudian teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Data-data yang ada dianalisis kemudian dilanjutkan dengan analisis SWOT. Penelitian menghasilkan temuan bahwa keberadaan Teknologi informasi dan komunikasi bisa menjadi alat atau strategi pemberdayaan untuk akses informasi perempuan, khususnya untuk pengembangan usaha kecil dan menengah. TIK juga mampu menjadi alat pengembangan organisasi perempuan untuk meluaskan kegiatan dengan menyebarkan informasi melalui website organisasi, baik informasi tentang organisasi maupun penyebaran informasi usaha perempuan UKM. Dalam upaya pemberdayaan perempuan berbasis TIK tersebut terdapat beberapa faktor yang mendukung serta menghambat proses pemberdayaan perempuan. Adapun faktor pendukung internal adalah adanya sarana dan prasarana yang memadai, baik di Jarpuk Bantul maupun Kopwan Setara Klaten. Selain itu, program pemberdayaan disusun dengan strategi pengenalan melalui beragam program pelatihan. Sementara faktor internal dari perempuan adalah adanya dorongan yang kuat untuk meningkatkan kualitas ekonomi serta pengetahuan yang mereka guna menunjang kegiatan usaha yang mereka lakukan. Meski demikian, diperlukan adanya strategi yang tepat untuk memberdayakan akses informasi perempuan melalui TIK. Seperti halnya dengan adanya pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), selayaknya kedepan ada juga program secara khusus untuk pemerdayaan Kelompok Informasi Perempuan agar, perempuan mendapat kesempatan yang lebih luas mengakses informasi untuk mengembangkan diri dan usahanya. Meskipun hingga kini, beragam kendala masih banyak ditemui di lapangan, baik karena faktor lingkungan ataupun minimnya kesadaran dari perempuan itu sendiri.

The presence of information technology has recently reached all aspect of human life regardless of the age of its user. The presence of information is indispensable to every person in recent era. By having information, every person can grasp various opportunities which may be used to improve the living standard. Nowadays, information can be obtained easier due to internet access. Within minutes or even seconds, people can get information right away. Whether we realize or not, the presence of information technology and internet access has brought a good news to the business world. Through information technology, many businessmen expand their product marketing network not only at the local level, but also national or even international level. Ironically, although information technology contribute significant advantage to the development of business world, the fact indicates that the user of information technology is dominated by men. In fact, if we look further, we can find that many women become the actor of Small and Medium Sized Enterprise (SME). Based on above consideration, researcher conducted a study titled Information Communication Technology And Women Empowerment In Information Access (Study in SME of Small Entrepreneur Network Bantul and Women Cooperative Setara Klaten). The research problems in this research are: 1) To what extent does the Information and Communication Technology (ICT) and women empowerment for the access of information, especially in developing small and medium sized enterprise, and 2) What are the supporting and inhibiting factor that influence the use or utilization of Information and Communication Technology (ICT) in the development of small and medium sized enterprise. This research aims to answer the questions stated in the research problems. This research include as field research by using descriptive-qualitative method and descriptive-analytic approach. The research location situated in Small Entrepreneur Network (Jarpuk) Bantul Yogyakarta and Women Cooperative (Kopwan) Setara in Klaten. The data was collected by observation, documentation, interview and Focus Group Discussion (FGD) technique. Data analysis was conducted through data reduction, data display and data verification. The collected data were analyzed and then continued with SWOT analysis. The research found that the presence of Information and Communication Technology can be a tool or strategy of empowerment for women information access, especially for the development of small and medium sized enterprise. ICT can also be a means of women organization development expand its activity and disseminate information through organization website, both information about organization and information about Women’s SME. Within ITC-based women empowerment, there were supporting factor as well as inhibiting factor which influence the women empowerment process. The supporting external factors were the existence of adequate infrastructure, both in Jarpuk Bantul and Kopwan Setara Klaten. In addition, empowerment program was prepared by introduction strategy through various training program. Meanwhile, the internal factors were the women strong motivation to improve their economic state and their knowledge so that they can use them to support their business activities. However, a proper strategy is required in order to women empowerment in information access through ICT. Just like the empowerment of Community Information Group (CIG), in the future, there must be specific program which aims to Women empowerments Information Group so that the women have a greater opportunity to access information for their self-development as well as their business development. Although until present day, we still found many constraint in the reality, either due to environment factor or due to the women’s lack of awareness.

Kata Kunci : Pemberdayaan Akses Informasi Perempuan, Teknologi informasi dan komunikasi, Faktor penghambat dan pendukung TIK


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.