Laporkan Masalah

PENDUGAAN PARAMETER GENETIK FAMILI S1, S2 DAN PEANFAATANNYA DALAM MENILAI POTENSI POPULASI DASAR UNTUK PERAKITAN KULTIVAR HIBRIDA JAGUNG

TWENTY LIANA, SP.,MP., Dr. Ir. Nasrullah, M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Woerjono Mangoendidjojo, M.Sc.; Dr. Panjisakti Basunanda, SP., MP.

2015 | Disertasi | S3 Ilmu Pemuliaan Tanaman

Hibrida jagung merupakan generasi pertama hasil persilangan antara dua galur inbred. Pembentukan galur inbred dan evaluasi galur inbred memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Dengan demikian informasi adanya pasangan inbred yang potensial menghasilkan hibrida dalam suatu populasi sangat bermanfaat karena berkaitan dengan perlunya ekstraksi inbred dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah (1) merumuskan parameter genetik di famili S1 dan S2, dan (2) menunjukkan parameter tersebut berhubungan dengan parameter yang biasa digunakan untuk heterosis, dan (3) menduga parameter-parameter di atas. Penelitian terbagi atas tiga kegiatan yaitu pengembangan teori, penelitian lapangan dan penerapan teori. Penelitian lapangan dilakukan Parameter yang sama pada galur hasil persilangan yang dibobotkan dengan frekuensi gen, menunjukkan 2 , A*  2 D*  dan H* dapat diduga dari populasi S1 dan S2. Kemudian penelitian lapangan mengevaluasi famili S1 dan S2 yang dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Banguntapan Bantul pada bulan Maret 2008 - Juli 2011. Penelitian lapangan dilakukan sebanyak tiga tahap yaitu pembuatan keturunan , pembuatan keturunan , dan evaluasi famili dan . Evaluasi menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga blok sebagai ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 14 set, dengan lima kelompok famili per set (setiap kelompok terdiri dari 1 famili dan 3 keturunan ). Sifat yang diamati adalah tinggi tanaman, letak ketinggian tongkol, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris biji dalam tongkol, berat 100 biji, dan berat biji per tanaman. Hasil perhitungan menunjukkan parameter genetik: μ0, μ1, μF, σ ,σ ,σ ,σ ,σ2 , * 2 * 2 2 1 2 0 F A D and H* dapat diduga dari data komponen hasil dan hasil pada famili S1 dan S2. Parameter genetik yang digunakan untuk menilai populasi dasar pada pengembangan kultivaar hibrida jagung adalah σ ,σ2 , * 2 A* D and H*. Penduga varians F2*  merupakan varians genotipe heterozigot di populasi keseimbangan. Penduga dan heterosis menunjukkan potensi individu unggul di populasi keseimbangan. Berat biji per tanaman dan berat 100 biji merupakan sifat yang mempunyai nilai duga dan heterosis paling besar.

Maize hybrid is considered as the first generation from crossing between two inbred lines. Exctraction and evaluation of inbred lines take time and energy, thus information on the presence of pair of inbred lines with heterotic effect in a population is very usefull for inbred. The aims of study are (1) to derive obtain the genetic parameters of S1 and S2 families from an equilibrium population, (2) to show that the parameters has anything to do with heterosis, and (3) how to estimate the genetic parameters. The study was conducted in three parts, i.e. theory development, research and theory application. Parameters similiar in lines cross but weighted by gene frequency: 2 , A*  2 D*  and H* are shown can be estimated from S1 and S2 population. Thus field experiment evaluating S1 and S2 families was done in Experimental Station of Faculty of Agriculture of Gadjah Mada University in Banguntapan, Bantul Regency, from March 2008 to July 2011. S1 families and their S2 were evaluated using The Randomized Complete Block Design with three blocks as replications. Each replication consisted of 14 sets, with five groups of families per set (each group consist of one family and three 3 ). The character recorded were plant height, ear height, ear length, ear diameter, number of kernel rows, 100-kernels weight, and grain yield per plant. The results of analysis indicated that the genetic parameters: μ0, μ1, μF, σ ,σ ,σ ,σ ,σ2 , * 2 * 2 2 1 2 0 F A D and H* can be estimated from the data of yield and yield component characters on the S1 and S2 families. The genetic parameters to asses the potential of base population for hybrid program is σ ,σ2 , * 2 A* D and H*. The estimation of the variance of F2*  is the variance of the heterozygous genotype in the equilibrium population. The estimation of 2 D*  and H* demonstrate that the potential of the hybrid in the equilibrium population. The characters of grain yield per plant and 100-kernels weight is a character with the greatest predictive value of 2 D*  and H*.

Kata Kunci : parameter genetik, varians dominan, varians aditif, heterosis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.